Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berada di bawah sorotan publik usai diterpa kasus hukum dan agenda penanganan bencana mendesak. Di tengah pembenahan internal akibat Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), BNPB kini bersiap dengan kepemimpinan baru.
ANTARA (16/10/2026) menyatakan bahwa pimpinan baru kini diharapkan tidak goyah dalam menjalankan fungsi utamanya, khususnya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Anggota DPR RI Hetifah Sjaifudian (16/10/2026) menyampaikan harapannya agar pergantian pimpinan di BNPB menjadi momentum evaluasi total. Menurutnya, pimpinan baru BNPB memiliki tantangan besar untuk memperkuat strategi pencegahan dan penanggulangan karhutla di daerah-daerah rawan, sekaligus memulihkan kepercayaan publik terhadap tata kelola lembaga penanggulangan bencana tersebut.
Tangkap Lima Orang, KPK Usut Penyelenggara Negara
KPK mengonfirmasi penahanan lima orang tersangka pasca-OTT yang melibatkan oknum di lingkungan BNPB. OTT tersebut diduga berkaitan dengan tindak pidana korupsi dalam pengadaan barang dan jasa atau alokasi anggaran penanganan bencana. KPK menyatakan akan terus mendalami keterlibatan pihak lain guna membongkar praktik korupsi hingga tuntas (ANTARA News, 14/10/2026).
Menanggapi proses hukum yang berjalan, Kepala BNPB menguatkan komitmen lembaga untuk kooperatif dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus OTT tersebut kepada aparat penegak hukum. Pihaknya menegaskan mendukung langkah bertindak KPK serta menjamin bahwa proses hukum yang menimpa oknum pegawai tidak akan melumpuhkan operasional penanganan bencana di lapangan.