close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Foto: Banner Buzz.
icon caption
Foto: Banner Buzz.
Peristiwa
Selasa, 28 April 2026 15:27

China kritik Jepang dan UE soal Laut China Selatan

China mengecam Jepang dan Uni Eropa di PBB terkait Laut China Selatan, menilai pernyataan keduanya tidak berdasar dan memicu ketegangan kawasan.
swipe

China melontarkan kecaman keras terhadap Jepang dan Uni Eropa dalam sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait pernyataan keduanya mengenai situasi di Laut China Selatan, Senin (27/4). Wakil Duta Besar China untuk PBB Sun Lei menyebut komentar yang disampaikan Jepang dan Uni Eropa sebagai bentuk penilaian yang keliru. Ia menegaskan bahwa kondisi di Laut China Selatan maupun Laut China Timur masih dalam keadaan stabil.

“Pada kenyataannya, situasi di Laut China Timur dan Laut China Selatan secara keseluruhan tetap stabil, dan Laut China Selatan merupakan salah satu jalur pelayaran paling bebas di dunia,” ujar Sun.

Kecaman China itu merespons pernyataan Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Ayano Kunimitsu dalam forum yang sama. Ia sebelumnya menyampaikan kekhawatiran serius Tokyo terhadap kondisi di Laut China Timur dan Laut China Selatan, serta menegaskan penolakan terhadap segala upaya perubahan status quo dengan kekuatan.

Selain Jepang, Kepala Delegasi Uni Eropa untuk PBB Stavros Lambrinidis juga menyoroti meningkatnya ketegangan di kawasan. Ia menilai kondisi tersebut dapat mengganggu jalur pelayaran penting dunia dan menantang tatanan internasional berbasis aturan, meski tidak secara langsung menyebut China.

Lebih lanjut, Sun juga menuding Jepang melakukan provokasi dengan mengirim kapal militernya ke Selat Taiwan. Menurutnya, langkah tersebut memberi sinyal yang sangat keliru kepada kelompok separatis di Taiwan, yang diklaim China sebagai bagian dari wilayahnya.

Ia juga menyinggung pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi terkait Taiwan pada tahun lalu yang dinilai telah merusak hubungan China–Jepang. China bahkan menuding adanya kecenderungan kebangkitan militerisme di Jepang, seiring peningkatan anggaran pertahanan dan pelonggaran kebijakan ekspor senjata.

Ketegangan kedua negara memang meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Hubungan China dan Jepang memburuk setelah Tokyo menyatakan kemungkinan merespons secara militer jika terjadi serangan China terhadap Taiwan.

Di sisi lain, China juga terus memperkuat kekuatan militernya, termasuk memperluas fasilitas di wilayah sengketa Laut China Selatan dan meningkatkan latihan militer di sekitar Taiwan. Kondisi ini memicu kekhawatiran banyak negara di kawasan Asia-Pasifik terhadap potensi eskalasi konflik yang lebih luas.

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan