Pemerintah China memperingatkan akan mengambil langkah balasan jika Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, benar-benar memberlakukan tarif tambahan terhadap produk asal China.
Peringatan ini muncul setelah Trump mengancam akan mengenakan tarif hingga 50%, menyusul laporan bahwa Beijing diduga memasok atau akan memasok bantuan militer ke Iran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak benar dan tidak berdasar.
“Jika AS bersikeras menggunakan ini sebagai alasan untuk mengenakan tarif tambahan pada China, China pasti akan mengambil langkah balasan yang tegas,” ujarnya dalam konferensi pers, dilansir dari Channel News Asia, Rabu, (15/4).
Sebelumnya, laporan media AS menyebutkan intelijen Amerika mengindikasikan China tengah bersiap mengirim sistem pertahanan udara ke Iran dalam beberapa pekan ke depan. Bahkan, disebutkan pula kemungkinan adanya pengiriman rudal bahu.
Namun, China membantah seluruh laporan tersebut dan menyebutnya sebagai informasi yang dibuat-buat.
Di sisi lain, hubungan ekonomi China dengan Iran memang cukup erat, terutama dalam sektor energi. China diketahui menjadi salah satu pembeli utama minyak Iran. Meski demikian, kedua negara tidak memiliki perjanjian militer formal.
Selain itu, China juga memiliki hubungan ekonomi yang kuat dengan negara-negara Teluk dan dalam beberapa kesempatan turut mengkritik serangan Iran di kawasan tersebut.
Ketegangan ini terjadi menjelang rencana kunjungan Trump ke Beijing untuk bertemu Presiden China Xi Jinping dalam upaya membahas hubungan bilateral kedua negara.