Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku telah meminta Presiden China Xi Jinping untuk tidak mengirimkan senjata ke Iran. Permintaan itu disampaikan melalui surat resmi yang dikirim kepada pemimpin China tersebut.
Melansir Channel Asia News, Kamis (16/4), dalam wawancara dengan Fox Business Network, Trump mengatakan Xi merespons dengan membantah tudingan tersebut.
“Saya menulis surat kepadanya agar tidak melakukan itu, dan dia membalas bahwa pada dasarnya mereka tidak melakukannya,” ujar Trump dalam program Mornings with Maria, Rabu (15/4).
Trump tidak menjelaskan secara rinci kapan surat tersebut dikirim maupun diterima. Namun, pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan terkait dugaan dukungan militer China terhadap Iran.
Sebelumnya, Trump mengancam akan mengenakan tarif hingga 50% terhadap negara yang memasok senjata ke Iran.
Di sisi lain, Trump juga menyinggung rencana pertemuannya dengan Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung pada 14-15 Mei di Beijing. Ia menyatakan kondisi pasar minyak global tidak akan memengaruhi agenda tersebut.
“Saya tidak berpikir itu berpengaruh. Dia membutuhkan minyak, sementara kita tidak. Saya juga memiliki hubungan yang sangat baik dengannya,” kata Trump.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump juga mengklaim telah membuka secara permanen Selat Hormuz dan menyebut China menyambut baik langkah tersebut.
“Saya melakukannya juga untuk mereka dan dunia,” tulis Trump, seraya menambahkan bahwa Xi akan setuju dan membicarakan itu saat kunjungan ke China dalam beberapa pekan ke depan.
Namun, klaim tersebut belum jelas, mengingat jalur pelayaran di Selat Hormuz masih terbatas. Gedung Putih juga belum memberikan penjelasan lebih lanjut terkait pernyataan Trump tersebut.
Hingga kini, lalu lintas kapal di Selat Hormuz masih jauh di bawah kondisi normal, bahkan setelah diberlakukannya gencatan senjata selama dua pekan.
Sementara itu, Trump menyebut pembicaraan dengan Iran untuk mengakhiri perang kemungkinan akan dilanjutkan pekan ini, setelah sebelumnya tidak mencapai kesepakatan.
Di saat yang sama, Amerika Serikat juga menerapkan blokade terhadap pelayaran dari pelabuhan Iran, yang diklaim telah menghentikan aktivitas perdagangan laut negara tersebut.