close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Warga tampak mengunjungi pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, menciptakan suasana yang semakin mendekati kondisi normal. Foto Satgas PRR
icon caption
Warga tampak mengunjungi pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, menciptakan suasana yang semakin mendekati kondisi normal. Foto Satgas PRR
Peristiwa
Kamis, 30 April 2026 18:03

Pasar kembali ramai, ekonomi Aceh Tamiang bangkit pascabencana

Sejumlah toko yang sebelumnya lumpuh kini kembali beroperasi, menandai kebangkitan aktivitas perdagangan di wilayah tersebut.
swipe

Geliat ekonomi masyarakat Aceh Tamiang perlahan mulai pulih setelah sempat terpuruk akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November tahun lalu. Sejumlah toko yang sebelumnya lumpuh kini kembali beroperasi, menandai kebangkitan aktivitas perdagangan di wilayah tersebut.

Pasar sebagai pusat perputaran ekonomi masyarakat juga mulai kembali aktif. Warga tampak ramai mengunjungi pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, menciptakan suasana yang semakin mendekati kondisi normal.

Salah seorang pedagang ikan di Pasar Kuala Simpang, Herman, mengungkapkan kondisi pasar saat ini sudah berangsur pulih.

"Alhamdulillah, sekarang sudah kembali normal," kata Herman saat ditemui di kiosnya, Rabu (29/4/2026).

Ia mengaku baru sekitar satu setengah bulan kembali berjualan setelah tempat usahanya dibersihkan oleh aparat pemerintah.

"Sudah sebulan setengah, sudah dibersihkan oleh pemerintah kita," katanya.

Pasar daging yang berada di pinggir Sungai Tamiang tersebut menjadi salah satu infrastruktur umum yang terdampak cukup parah akibat banjir.

Meski demikian, pasokan ikan kini sudah kembali tersedia dari berbagai daerah.

"Pasokan ikan dari Banda Aceh ada, dari Sumatera Utara, dari Medan ada," ujarnya.

Namun, Herman berharap pemerintah dapat segera melakukan rehabilitasi bangunan pasar, khususnya pada bagian atap yang rusak akibat banjir.

"Kalau bisa kami minta digantikan seng-seng ini. Seng-seng ini kan banyak yang sudah hancur, sudah tidak layak lagi. Kalau hujan, sudah jelas kami kena hujan," harapnya.

Ia menuturkan, pada awal kembali berjualan, daya beli masyarakat masih rendah sehingga dagangannya kurang laku. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, kondisi tersebut mulai membaik seiring meningkatnya aktivitas masyarakat.

"Dalam beberapa bulan terakhir ini memang agak melemah, karena mungkin banyak yang belum kerja. Karena posisi seperti ini ya. Tapi Alhamdulillah ada juga, dan menunjukkan tren positif, makin hari makin lebih baik," ujarnya.

Kondisi serupa juga dirasakan Nurlela, pedagang sayur di Pajak Atas, Kuala Simpang. Ia baru kembali berjualan sekitar dua bulan terakhir setelah terdampak banjir.

Nurlela menjual sayur-sayuran yang diperoleh dari petani di desanya, Bandar Pusaka, Aceh Tamiang. Ia memanfaatkan hasil pertanian lokal untuk dipasarkan.

Pada awal masa pemulihan, ia sempat kesulitan mendapatkan pasokan karena banyak lahan perkebunan warga rusak akibat banjir.

"Sekarang ini jualan cuma ubi, bayam, kangkung, itu dari masyarakat di kampung," kata Nurlela.

Seiring waktu, kondisi pasar semakin membaik. Toko-toko pakaian, pedagang buah, sembako, serta berbagai kebutuhan lainnya mulai kembali beroperasi.

Data Satgas PRR pada 27 April mencatat, sebanyak 196 pasar rakyat di tiga provinsi terdampak sudah beroperasi secara fungsional. Rinciannya, 114 pasar di Aceh, 56 pasar di Sumatera Utara, dan 26 pasar di Sumatera Barat.

img
Tim copywriter
Reporter
img
Tim copywriter
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan