Harga minyak dunia turun signifikan di perdagangan Asia setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi untuk mengakhiri konflik dengan Iran sedang berlangsung.
Minyak mentah Brent tercatat turun 5% menjadi 99,29 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah AS melemah lebih dari 5,5% ke level 88,41 dolar AS per barel.
Trump pada Selasa menyebut pembicaraan damai sedang berlangsung sekarang dan pihak yang diajak berdiskusi oleh Amerika Serikat sangat ingin mencapai kesepakatan. Namun, pernyataan tersebut langsung dibantah oleh pihak Iran.
Trump juga menyebut Wakil Presiden dan Menteri Luar Negeri AS terlibat dalam upaya negosiasi. Ia bahkan mengklaim bahwa serangan AS-Israel ke Teheran telah menyebabkan perubahan rezim serta menyebut Iran telah sepakat tidak akan memiliki senjata nuklir.
Di sisi lain, Iran membantah adanya komunikasi dengan AS dan menilai klaim tersebut sebagai upaya untuk memengaruhi pasar.
Pejabat di Teheran menegaskan bahwa laporan mengenai adanya pembicaraan dengan AS merupakan “berita palsu”, di tengah masih berlangsungnya serangan antara Iran dan Israel.
Melansir BBC, Rabu (25/3) bahwa AS telah mengajukan rencana 15 poin kepada Iran. Rencana itu disebut mencakup pembukaan Selat Hormuz sebagai jalur maritim bebas serta kemungkinan pencabutan sanksi. Namun, laporan tersebut belum dapat diverifikasi.
Dalam pernyataan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Iran menyatakan bahwa kapal yang tidak bermusuhan tetap dapat melintas di Selat Hormuz. Mereka menegaskan kapal dapat melintas dengan aman selama tidak berpartisipasi atau mendukung tindakan agresi terhadap Iran dan sepenuhnya mematuhi aturan keselamatan dan keamanan yang telah ditetapkan.
Meski demikian, konflik di kawasan masih berlangsung. Militer Israel menyatakan telah memulai gelombang baru serangan di Teheran yang menargetkan infrastruktur Iran. Israel juga memperingatkan warga di wilayah selatan Beirut untuk mengungsi di tengah serangan terhadap kelompok Hezbollah.
Di tengah situasi tersebut, pasar saham Asia-Pasifik justru menguat. Indeks Nikkei 225 Jepang dan Kospi Korea Selatan masing-masing naik lebih dari 2 persen. Indeks ASX 200 Australia menguat 1,8 persen, sementara Hang Seng Hong Kong dan Shanghai Composite naik sekitar 1 persen.
Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia setiap hari. Sebelumnya, Iran sempat memblokir jalur tersebut sehingga memicu lonjakan harga energi global.
Meski harga minyak turun, posisinya masih jauh lebih tinggi dibandingkan sebelum serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu.