close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Kedatangan Kaposwil PRR Aceh Safrizal ke Huntara Jamur Ujung bikin penyintas tersanjung. Foto istimewa
icon caption
Kedatangan Kaposwil PRR Aceh Safrizal ke Huntara Jamur Ujung bikin penyintas tersanjung. Foto istimewa
Peristiwa
Jumat, 17 April 2026 20:21

Kedatangan Kaposwil PRR Aceh Safrizal ke Huntara Jamur Ujung

Pada kunjungan yang berlangsung pada Kamis, 16 April 2026 itu, Safrizal didampingi Wakil Bupati Bener Meriah Armia serta Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah Safriadi, meninjau huntara yang menampung 89 kepala keluarga (KK) warga Jamur Ujung di Desa Wonosobo, Kecamatan Wih Pesam, Bener Meriah, Aceh. Huntara tersebut dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
swipe

Hujan deras mengguyur saat Kepala Pos Komando Wilayah Aceh Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Safrizal ZA tiba di hunian sementara (huntara) Jamur Ujung. Dengan berpayung, ia menyusuri bilik-bilik huntara untuk menyapa para penyintas.

Pada kunjungan yang berlangsung pada Kamis, 16 April 2026 itu, Safrizal didampingi Wakil Bupati Bener Meriah Armia serta Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah Safriadi, meninjau huntara yang menampung 89 kepala keluarga (KK) warga Jamur Ujung di Desa Wonosobo, Kecamatan Wih Pesam, Bener Meriah, Aceh. Huntara tersebut dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Rombongan disambut Reje (kepala desa) Wonosobo, Sugiman. Di bawah guyuran hujan, mereka saling bertegur sapa sebelum melanjutkan peninjauan.

Saat Safrizal menanyakan kondisi para penghuni huntara, Sugiman memastikan seluruh warga dalam keadaan sehat dan mendapat perhatian dari pemerintah desa.

Saat melihat sebagian bilik kosong, Safrizal pun menanyakan keberadaan para penghuni. Sugiman menjelaskan sebagian besar warga sedang bekerja sebagai pemetik kopi di kebun-kebun sekitar Wonosobo maupun di lokasi lainnya.

“Alhamdulillah. Saya acungi jempol atas etos kerja warga Bener Meriah. Mereka memang terkenal rajin, ramah, dan sabar,” kata Safrizal.

Usai berbincang, Safrizal melanjutkan peninjauan ke bilik-bilik huntara dan berdialog dengan warga. Ia sempat berbincang dengan seorang ibu yang tengah merapikan barang-barang keluarganya.

Kunjungan berlanjut ke bilik Fatmawati, perempuan berusia 66 tahun yang kini hidup sendiri setelah suaminya meninggal dunia beberapa waktu lalu.

“Kenal Pak Sukarno?” canda Safrizal.
“Saya yang jahit bendera merah putih,” jawab Fatmawati sambil tersenyum, disambut tawa ringan warga yang hadir.

Fatmawati menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan tersebut.

“Terima kasih, Bapak, telah menjenguk kami di sini. Kami sangat bersyukur,” ujar Fatmawati saat menerima bantuan peralatan dapur.

Safrizal memastikan seluruh kepala keluarga yang menghuni huntara mendapatkan bantuan serupa. Ia juga meninjau kesiapan lahan untuk pembangunan hunian tetap (huntap).

Berdasarkan data BPBD Bener Meriah, terdapat empat lokasi pembangunan huntap komunal di daerah tersebut. 

Satu lokasi berada di Blang Rakal, Kecamatan Pintu Rime Gayo, di atas lahan hibah Dinas Pertanian Aceh. Tiga lokasi lainnya akan dibangun di atas lahan hibah Pemerintah Kabupaten Bener Meriah.

Hasil verifikasi dan validasi tahap I mencatat sebanyak 118 unit rumah rusak ringan, 84 unit rusak sedang, dan 807 unit rusak berat. Dari kategori rusak berat, sebanyak 97 unit akan dibangun secara insitu, 617 unit melalui relokasi mandiri, dan 93 unit melalui relokasi terpusat.

Sementara itu, pada tahap II yang masih dalam proses verifikasi, tercatat 522 unit rumah telah terdata. Safrizal menyebutkan saat ini Aceh masih berada dalam fase transisi darurat. Memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, pembangunan hunian tetap dan fasilitas publik akan dipercepat sesuai rencana induk pemulihan yang telah disusun.

img
Sahputra
Reporter
img
Sahputra
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan