close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra. Foto Athit Perawongmetha-Reuters
icon caption
Mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra. Foto Athit Perawongmetha-Reuters
Peristiwa
Senin, 11 Mei 2026 13:26

Mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra bebas bersyarat setelah delapan bulan dipenjara

Mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra bebas bersyarat usai delapan bulan dipenjara kasus korupsi.
swipe

Mantan Perdana Menteri Thailand resmi dibebaskan lebih awal dari penjara pada Senin (11/5), setelah menjalani delapan bulan hukuman kasus korupsi. Pembebasan itu membuka peluang kembalinya tokoh politik berpengaruh Thailand tersebut ke panggung politik nasional di tengah dinamika politik yang masih memanas.

Dilansir dari CNA, Senin (11/5), Thaksin keluar dari Penjara Klong Prem, Bangkok, sekitar pukul 07.40 waktu setempat dengan mengenakan kemeja putih sederhana dan rambut dipangkas pendek. Ia langsung disambut anggota keluarga, serta ratusan pendukung berbaju merah yang berkumpul sejak dini hari.

Mantan perdana menteri berusia 76 tahun itu tampak memeluk anggota keluarganya, termasuk putrinya Paetongtarn Shinawatra, yang sebelumnya dicopot dari jabatan perdana menteri melalui putusan pengadilan pada Agustus tahun lalu.

“Selama delapan bulan saya seperti berhibernasi,” ujar Thaksin kepada wartawan dari dalam mobilnya usai bebas. Ia juga mengaku merasa lega setelah keluar dari penjara.

Meski telah dibebaskan, Thaksin masih harus menjalani masa pembebasan bersyarat selama empat bulan hingga September mendatang dan diwajibkan mengenakan alat pemantau elektronik.

Tokoh miliarder telekomunikasi tersebut kembali ke Thailand pada Agustus 2023 setelah bertahun-tahun hidup di pengasingan pascakudeta militer yang menggulingkannya dari kekuasaan. 

Ia kemudian dijatuhi hukuman delapan tahun penjara atas kasus korupsi dan penyalahgunaan wewenang, sebelum akhirnya mendapat pengurangan hukuman melalui pengampunan kerajaan menjadi satu tahun.

Kepulangan dan perlakuan khusus yang diterimanya sempat memicu dugaan adanya kesepakatan politik di balik layar, terutama karena terjadi berbarengan dengan pembentukan pemerintahan baru oleh Partai Pheu Thai.

Departemen Pemasyarakatan Thailand menyatakan pembebasan bersyarat diberikan karena faktor usia serta masa hukuman yang tersisa kurang dari satu tahun. Thaksin menjadi salah satu dari lebih dari 850 narapidana yang mendapat program pembebasan lebih awal.

Meski bebas, Thaksin masih menghadapi sejumlah perkara hukum lain. Namun banyak pengamat menilai ia tetap akan memiliki pengaruh besar dalam politik Thailand melalui jaringan politik Partai Pheu Thai yang selama dua dekade menjadi kekuatan utama politik negara itu.

“Beliau adalah orang yang sangat baik apa pun yang beliau lakukan, beliau melakukannya untuk rakyat. Beliau hanya ingin rakyat tercukupi kebutuhan pangannya dan memiliki cukup penghidupan,” ujar pendukung Thaksin asal Chiang Rai, Rommanee Nakano. 

Thaksin pernah menjabat perdana menteri Thailand pada 2001 dan 2005 sebelum digulingkan melalui kudeta militer. Setelah lama hidup di pengasingan, ia kembali ke Thailand pada 2023 dan langsung menghadapi proses hukum terkait kasus lama yang menjeratnya.

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan