Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping mencapai sejumlah kesepakatan dagang dan keamanan dalam pertemuan tingkat tinggi di China pekan ini guna menstabilkan hubungan kedua negara.
Seperti dikutip dari Anadolu Ajansi, Senin (18/5), Gedung Putih menyebut pertemuan tersebut menjadi kunjungan pertama presiden AS ke China sejak 2017 dan menghasilkan komitmen memperkuat hubungan bilateral berbasis stabilitas strategis, keadilan, dan resiprositas.
Dalam pertemuan itu, Trump dan Xi juga sepakat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir serta mendukung pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa adanya pungutan dari pihak mana pun. Kedua negara juga menegaskan kembali komitmen untuk denuklirisasi Korea Utara.
Sebagai bagian dari kesepakatan ekonomi, AS dan China membentuk dua lembaga baru yakni US-China Board of Trade dan US-China Board of Investment untuk mengelola kerja sama perdagangan serta investasi kedua negara.
China juga berkomitmen mengatasi kekhawatiran AS terkait pasokan mineral tanah jarang seperti yttrium, scandium, neodymium, dan indium yang selama ini menjadi isu strategis rantai pasok global.
Selain itu, Beijing menyetujui pembelian awal 200 pesawat Boeing untuk maskapai penerbangan China, yang menjadi komitmen pembelian pertama sejak 2017.
Dalam sektor pertanian, China berjanji membeli sedikitnya US$17 miliar produk pertanian AS per tahun pada 2026 hingga 2028 serta kembali membuka akses pasar bagi daging sapi dan unggas asal Amerika Serikat.
Gedung Putih juga menyebut Trump dijadwalkan menyambut Xi di Washington pada musim gugur tahun ini, sementara kedua negara sepakat saling mendukung sebagai tuan rumah KTT G20 dan APEC.