close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Tim Satgas PRR melakukan monev khusus di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, dok. Satgas PRR.
icon caption
Tim Satgas PRR melakukan monev khusus di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, dok. Satgas PRR.
Peristiwa
Jumat, 28 Agustus 2026 18:05

Tebing Tinggi realisasikan tambahan TKD lewat 170 paket pemulihan pascabencana

Kota Tebing Tinggi telah menerima tambahan TKD sebesar Rp107,34 miliar. Hingga 21 Agustus 2026, sebanyak Rp81,31 miliar telah dialokasikan untuk kegiatan pemulihan, sedangkan realisasinya baru mencapai Rp800,08 juta atau sekitar 0,98 persen dari anggaran yang telah dialokasikan.
swipe

Pemerintah Kota Tebing Tinggi menargetkan seluruh 170 paket kegiatan pemulihan pascabencana telah berkontrak pada pertengahan September 2026. Percepatan pengadaan dilakukan agar tambahan Transfer ke Daerah (TKD) dapat segera digunakan untuk menangani jalan, sungai, dan infrastruktur lain yang terdampak bencana.

Kota Tebing Tinggi telah menerima tambahan TKD sebesar Rp107,34 miliar. Hingga 21 Agustus 2026, sebanyak Rp81,31 miliar telah dialokasikan untuk kegiatan pemulihan, sedangkan realisasinya baru mencapai Rp800,08 juta atau sekitar 0,98 persen dari anggaran yang telah dialokasikan.

Anggaran tersebut disiapkan melalui 170 paket kegiatan dengan tiga mekanisme pengadaan. Sebanyak 26 paket diproses melalui tender, 90 paket menggunakan pengadaan langsung, dan 54 paket melalui e-purchasing.

Pemulihan infrastruktur memperoleh alokasi terbesar, yakni Rp70,28 miliar. Anggaran lainnya dialokasikan antara lain untuk sektor pendidikan sebesar Rp3,74 miliar, kesehatan Rp3,09 miliar, dan pertanian Rp727,74 juta.

Di sektor infrastruktur, penanganan difokuskan pada delapan ruas jalan daerah yang mengalami kerusakan sedang. Tambahan TKD juga digunakan untuk menangani pendangkalan sungai akibat sedimentasi serta kerusakan bangunan pengaman sungai di delapan lokasi rusak berat dan empat lokasi rusak sedang.

Perkembangan pemanfaatan anggaran dan kesiapan pekerjaan tersebut ditinjau Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera dalam monitoring dan evaluasi khusus di Kota Tebing Tinggi, Rabu (26/8/2026). Tim meninjau jalan terdampak, lokasi normalisasi sungai, rencana pembangunan dinding penahan tebing, serta titik penyempitan aliran sungai.

Wakil Kepala Posko Nasional Satgas PRR Marsma TNI Ridha Hermawan mengatakan percepatan proses pengadaan menjadi kunci agar anggaran segera menghasilkan pekerjaan yang dibutuhkan masyarakat.

“Pemanfaatan TKD tambahan di Kota Tebing Tinggi perlu dipercepat. Percepatan proses pengadaan menjadi faktor kunci peningkatan realisasi anggaran,” kata Ridha.

Selain jalan dan sungai, pemulihan juga mencakup Pasar Gambir dan Pasar Sakti. Status kerusakan kedua pasar tersebut telah meningkat dari rusak ringan menjadi rusak sedang dan penanganannya telah diakomodasi dalam rencana aksi Kementerian Perdagangan Tahun Anggaran 2027.

Pemkot Tebing Tinggi masih memiliki tambahan TKD sebesar Rp26,02 miliar yang belum dialokasikan. Berdasarkan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, anggaran tersebut akan dimasukkan dalam perubahan APBD dengan tetap diarahkan pada kebutuhan prioritas pemulihan.

“Keberhasilan pemanfaatan TKD tidak hanya diukur dari penyerapan anggaran, tetapi juga dari capaian output dan dampaknya terhadap pemulihan akses, pengurangan risiko bencana, serta pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Ridha.

img
Sahputra
Reporter
img
Sahputra
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan