close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
By macrovector (Ilustrasi/Grafis)
icon caption
By macrovector (Ilustrasi/Grafis)
Peristiwa
Rabu, 26 Agustus 2026 15:00

Mengenal human disruption pada seruan boikot Bank Mandiri

Tidak lagi boleh diremehkan: kekuatan narasi digital dan gejolak emosional yang berkembang di masyarakat.
swipe

Diskusi mengenai disrupsi selama ini selalu mengidentikkan perubahan dengan kemajuan teknologi atau kecerdasan buatan. Padahal fenomena human disruption atau perubahan mendadak pada perilaku dan sentimen emosional publik justru mampu melumpuhkan bisnis dalam waktu singkat. 

Hal ini ditegaskan oleh Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Rhenald Kasali, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya (@rhenaldkasali) pada Selasa [25/8/2026]. Fenomena munculnya seruan boikot terhadap Bank Mandiri di media sosial menjadi bukti nyata bahwa persepsi kolektif masyarakat kini mampu mengguncang stabilitas merek sebesar apa pun. Berikut penjelasannya lebih lanjut. 

Bagaimana Sentimen Publik Berubah Menjadi Gelombang Boikot

Gelombang seruan boikot tidak lahir dari ruang hampa, melainkan terpicu oleh ketidakpuasan, isu etis, atau narasi komunikasi yang memicu reaksi emosional publik. Terlebih, media sosial mempercepat sentimen negatif tersebut sehingga membentuk opini massa secara instan tanpa hambatan geografis.

Humas disruption terbukti memindahkan kekuatan kendali reputasi dari tangan korporasi ke jari-jari netizen.

Lebih dari Sekadar Isu Operasional dan Keuangan

Ancaman terbesar dari fenomena disrupsi manusia bagi lembaga keuangan seperti Bank Mandiri bukanlah penurunan transaksi harian semata. Sebaliknya, isu boikot ini secara langsung mengikis tingkat kepercayaan yang merupakan pilar utama industri perbankan. Manajemen perusahaan wajib merespons gelombang krisis sentimen ini dengan strategi komunikasi publik yang transparan dan berbasis data nyata.

Dengan demikian, klarifikasi yang beretika dan terbuka mampu meredam gejolak sentimen negatif di mata audiens. Krisis akibat seruan boikot ini memberikan pelajaran berharga bagi seluruh korporasi besar dalam mengarungi era human disruption.

img
Shabrina Dwi Arsa
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan