sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bantah imingi peserta Rp100 juta, penyelenggara KLB Demokrat curiga ada penyusup

Demokrat kubu Moeldoko tepis tudingan memberikan iming-iming Rp100 juta ke peserta KLB.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Selasa, 09 Mar 2021 11:33 WIB
Bantah imingi peserta Rp100 juta, penyelenggara KLB Demokrat curiga ada penyusup
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Salah satu pendiri Partai Demokrat yang juga penyelenggara Kongres Luar Biasa (KLB), Hencky Luntungan membantah pihaknya telah memberikan iming-iming peserta sidang uang sebesar Rp100 juta agar datang di pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat, di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).

"Saya katakan itu tidak benar," kata Hencky, saat dihubungi Alinea.id, Selasa (9/3).

Hencky justru mencurigai kubu kepengurusan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) telah menyusupkan kader untuk memantau jalannya sidang KLB. "Nah, mungkin setelah kongres KLB di Medan, mereka susupin orang kan, mau lihat benar. Ternyata setelah dilihat, kan enggak benar," kata Hencky.

Hencky berkata, sejak awal pihaknya tidak pernah memberikan iming-iming uang Rp100 juta bagi para kader untuk datang sidang KLB. "Dari awal saya bilang enggak ada. Ya mungkin mereka mau test case. Ya sudah, test case saja. Berarti enggak benar kan ada Rp100 juta," ujar Hencky.

"Jadi opini yang dibuat Rp100 juta oleh siapa?  Dia saksikan sendiri, cuma ada Rp5 juta. Berarti enggak benar Rp100 juta," imbuhnya.

Sebelumnya, mantan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Mobagu, Gerald Piter Runthutomas, mengaku diiming-imingi uang sebesar Rp100 juta untuk mengikuti kongres luar biasa (KLB) Deli Serdang, Sumatera Utara. Dia pun tergiur mengikuti forum yang memenangkan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, sebagai ketua umum itu.

"Saya ikut karena diiming-imingi uang yang besar, Rp100 juta," ucap Gerald dalam video pernyataan yang diputar saat konferensi pers di DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin (8/3).

"Kalau saya tiba di lokasi, maka mendapatkan 25% dari Rp100 juta, yaitu Rp25 juta. Selesai KLB akan dapat 75%, yaitu Rp75 juta. Tetapi nyatanya, kita cuma dapat uang Rp5 juta," ungkapnya.

Sponsored
Berita Lainnya