sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Cerita Erick Thohir ditunjuk jadi ketua Timses Jokowi

Pengusaha Erich Thohir angkat bicara mengenai penunjukkan dirinya sebagai ketua tim sukses Jokowi-Maruf Amin pada Pilpres 2019.

Robi Ardianto
Robi Ardianto Jumat, 07 Sep 2018 20:52 WIB
Cerita Erick Thohir ditunjuk jadi ketua Timses Jokowi

Pengusaha Erich Thohir angkat bicara mengenai penunjukkan dirinya sebagai ketua tim sukses Jokowi-Maruf Amin pada Pilpres 2019.

Erick mengungkapkan diajak bergabung ke dalam tim kampanye nasional (TKN) Capres-Cawapres Joko Widodo-Maruf Amin sejak 20 Agustus 2018. 

Saat itu, Erick sebagai Ketua Panitia Asian Games Jakarta-Palembang 2018 (Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee/Inasgoc) baru saja sukses menggelar upacara pembukaan pesta olah raga itu. 

"Pak Joko Widodo mengarahkannya sederhana. Kami panitia akan bekerja bukan hanya untuk Jokowi, tetapi juga untuk rakyat Indonesia ke depan," urainya, Jumat (7/9) malam.

Jokowi mengumumkan Erick Thohir sebagai ketua timses di posko pemenangan Rumah Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (7/9). Selain Erick, Jokowi juga menyebut Jusuf Kalla sebagai ketua dewan pengarah.

Erick Thohir tiba di Rumah Cemara pada pukul 16.26 WIB. Dia mengenakan batik berwarna ungu, celana dan sepatu hitam. 

Saat konferensi pers berlangsung, Erick telah berganti pakaian dengan mengenakan kemeja putih khusus. Kemeja itu bertuliskan 'bersih, merakyat, kerja nyata' di dada sebelah kiri, yang merupakan slogan pasangan Jokowi-Maruf Amin.

Pengusaha media ini mengaku baru saja mendapatkan kepastian pada pukul 14.00 WIB. Dia baru ditelepon oleh tim dari Jokowi-Maruf menjelang pengumuman.

Sponsored

Menurut dia, pengangkatan dirinya sebagai ketua tim sukses didasarkan pada rekam jejak sebagai pengusaha. Selama ini, pria kelahiran 20 Mei 1970 itu menggeluti bisnis media dan olah raga.

Pemilik Mahaka Media Group itu akhirnya menerima tawaran untuk menjadi timses Jokowi-Maruf. Sebagai kalangan profesional, dia diminta untuk mengatur manajerial kampanye yang akan berlangsung mulai 23 September 2018.

"Pada saat ini, tentu sebuah pilihan. saya lihat pak Jokowi, kekuatan beliau itu hati nurani untuk rakyat dan untuk membangun Indonesia. Itu yang menjadi pilihan saya," ujar putra dari Teddy Thohir tersebut.

Baginya, penunjukkan sebagai timses merupakan tantangan besar sekaligus amanah untuk melaksanakan visi dan misi yang dimiliki Jokowi-Maruf Amin.

Pemilik saham di klub sepak bola Inter Milan itu mengaku tak khawatir bisnisnya akan terganggu. Sebab, dia telah meninggalkan urusan bisnis selama 2 tahun 3 bulan sejak menjadi ketua panitia Asian Games.

Justru menurutnya, inilah saatnya untuk memberikan kepercayaan kepada tim bisnis di perusahaan yang dimilikinya agar mampu menjalankan profesionalisme.

Adik kandung konglomerat pemilik Adaro Energy, Garibaldi Thohir, tersebut juga tak khawatir hubungan dengan Cawapres Sandiaga Uno akan terganggu. Sebagai sesama pengusaha yang telah bersahabat sejak lama, dia percaya peristiwa politik tak akan mempengaruhi persahabatan keduanya.

"Kuncinya bukan bertarung, justru di sini kalau cinta Indonesia, kita harus bersahabat dan bermartabat. Kalau Jokowi dan Prabowo berpelukan, saya dengan Sandi akan berpelukan di lapangan basket," tuturnya.

Master lulusan administrasi bisnis California State University berharap, Pemilu 2019 akan menjadi pesta demokrasi yang bersahabat. Dia ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar. Adapun, untuk strategi pemenangan Jokowi-Maruf, baru akan dirapatkan pada Rabu pekan depan. 

Sementara itu, Jokowi menjelaskan penunjukkan Erick Thohir sebagai ketua timses menjadi kombinasi dari kalangan profesional. "Kami ingin kombinasi supaya semuanya bisa ikut memiliki, jadi ada yang berasal dari kalangan profesional pengusaha, ada juga politisi, kalau campur-campur kan bagus," kata Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, ketua timses nantinya tidak akan mengurus perpolitikan. Tim sukses akan menangani manajemen dan mengelola kampanye hingga bisa berjalan dengan baik. 

Joko Widodo menegaskan pendekatan yang dilakukan dengan bos Mahaka Media Group tersebut telah lama terjalin, tidak hanya sekali atau dua kali saja, bahkan sebelum Asian Games digelar. Jokowi pun yakin arahan- arahan dari Erick dapat mengarah kepada kaum millenial.

Berita Lainnya