logo alinea.id logo alinea.id

Gerindra ngaku tak masalah jika tak dibutuhkan Jokowi

Jika tidak masusk kabinet, Gerindra akan tetap membantu pemerintah dengan jadi partai penyeimbang

Achmad Al Fiqri Marselinus Gual
Achmad Al Fiqri | Marselinus Gual Sabtu, 12 Okt 2019 17:05 WIB
Gerindra ngaku tak masalah jika tak dibutuhkan Jokowi

Isu Partai Gerinda masuk koalisi pemerintah makin jelas menyusul adanya pertemuan Presiden Joko Widodo dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jumat (11/10) kemarin.

Ketua DPP Partai Gerindra, Riza Patria, mengatakan pihaknya tak mempersoalkan jika partainya berada di luar atau di dalam koalisi pemerintahan Jokowi. Menurut Riza, yang terpenting adalah kontribusi partainya membangun bangsa.

“Kemarin saat bertemu Pak Jokowi, Pak Prabowo sudah sampaikan kami siap membantu pemerintah jika diperlukan. Jika tidak juga kami akan tetap membantu pemerintah dengan jadi partai penyeimbang,” kata Riza dalam sebuah diskusi di d'consulate di Jalan KH. Wahid Hasyim, Jakarra Pusat, Sabtu (12/10).

Riza mengatakan, komitmen Gerindra masuk kabinet ialah membantu menyukseskan pemerintahan Jokowi selama lima tahun ke depan. Jangan sampai, kata dia, kepercayaan yang diberikan Jokowi kepada partainya nanti disalahgunakan oleh kader dengan melakuan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

"Jangan sampai jika berada di dalam jadi masalah korupsi, KKN dan sebagainya. Dan jika di luar, jangan hanya bisa mengkritisi, menggonggong tanpa memberi solusi, enggak baik juga," katanya.

Namun demikian, dia menyerahkan kepada Jokowi keputusan partainya akan bergabung dalam koalisi atau tidak. “Apakah Gerindra layak atau tidak untuk mendukungnya dalam lima tahun ke depan, saya kira Pak Jokowi sudah bisa menimbang-nimbang mana partai yang betul-betul bisa membantu dia dalam lima tahun ke depan. Kami serahkan kepada Pak Jokowi," ujarnya.

Riza pun menampik bahwa pertemuan Prabowo dengan Jokowi ada pembahasan menteri. Dia memastikan keputusan Gerindra masuk atau berada di luar koalisi pemerintahan akan dibahas dalam rapat kerja nasional (Rakernas) Gerindra yang digelar pekan ini.

"Jadi, kami tidak meminta-minta atau menyodorkan nama-nama menteri," kata Riza.

Sponsored

Sementara Direktur Eksekutif Indo Barometer, M. Qodari, mengatakan dirinya mengingatkan kepada Jokowi dalam menyusun kabinet, Jokowi harus mempertimbangkan harapan masyarakat. Pasalnya, dia menilai harapan publik saat ini jauh lebih tinggi dibanding pada 2014.

"Karena Pak Jokowi sudah jadi presiden dua kali, jadi diharapkan pengalamannya ya," ucap dia.