Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kesepakatan untuk mengakhiri konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran berpeluang ditandatangani dalam beberapa hari ke depan. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah proses finalisasi dokumen yang disebut menjadi langkah terakhir menuju tercapainya kesepakatan.
"Kami baru saja mencapai penyelesaian besar terkait perang dengan Iran dan sekarang tinggal menyelesaikan dokumen-dokumen yang diperlukan dalam beberapa hari ke depan," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Kamis (12/6), seperti dilansir dari Anadolu Ajansi, Jumat (12/6)
Trump mengatakan upacara penandatanganan kemungkinan akan digelar di Eropa dan dapat berlangsung secepatnya pada akhir pekan ini. Ia menyebut Wakil Presiden JD Vance akan mewakili Amerika Serikat dalam proses tersebut bersama utusan khusus Steve Witkoff dan penasihat Jared Kushner.
Menurut Trump, dirinya tidak dapat menghadiri penandatanganan karena memiliki sejumlah agenda di Washington DC terkait peringatan 250 tahun Amerika Serikat.
Trump juga mengklaim telah berbicara dengan sejumlah pemimpin regional yang membantu proses perundingan, termasuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Ia memuji peran Erdogan dalam upaya mengakhiri konflik yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Dalam kesempatan terpisah, Trump kembali menegaskan bahwa Iran telah menyetujui untuk tidak mengembangkan senjata nuklir sebagai bagian dari kesepakatan yang sedang dirundingkan.
"Itulah tujuan utama kami, dan mereka telah menyetujuinya dengan cara yang sangat kuat," ujar Trump.
Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan militer dalam beberapa hari terakhir. Militer AS diketahui melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran setelah Teheran menembak jatuh helikopter Apache milik Angkatan Darat AS di Selat Hormuz.
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, termasuk pangkalan udara di Kuwait, Bahrain, dan Yordania.
Sebelum mengumumkan kemajuan perundingan tersebut, Trump bahkan sempat mengancam akan melanjutkan serangan terhadap Iran dan mempertimbangkan langkah untuk menguasai Pulau Kharg, salah satu terminal energi penting milik Teheran.
Laporan Axios menyebut pesawat militer Amerika Serikat telah bergerak menuju Eropa menjelang kemungkinan penandatanganan memorandum kesepahaman antara AS dan Iran. Dokumen tersebut disebut dapat ditandatangani di Jenewa, Swiss, dalam beberapa hari mendatang dan berpotensi memperpanjang gencatan senjata yang saat ini berlaku selama 60 hari.