logo alinea.id logo alinea.id

JK ungkap niat Prabowo usai kalah Pilpres

Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla (JK) mengungkap hasil pertemuannya dengan Prabowo Subianto usai Pilpres 2019.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Sabtu, 06 Jul 2019 06:11 WIB
JK ungkap niat Prabowo usai kalah Pilpres

Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla (JK) mengungkap hasil pertemuannya dengan Prabowo Subianto usai Pilpres 2019.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu mengatakan pertemuan dengan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dilakukan pada 23 Mei 2019. Waktu pertemuan tepat sehari setelah aksi kerusuhan yang terjadi di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan sejumlah wilayah lain.

Menurut JK, Prabowo mengaku tak menghendaki adanya kerusuhan usai pengumuman yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Prabowo, diungkapkan oleh JK, sangat menjunjung tinggi persatuan bangsa.

Prabowo juga memberitahukan alasannya kembali mencalonkan diri sebagai presiden pada Pilpres 2019. Dikatakan JK, dalam pertemuan tertutup tersebut, Prabowo mengatakan bahwa ia sangat ingin memajukan bangsa, baik itu dalam konteks ekonomi dan sosial.

"Pertama kali saya tanya kepada beliau (Prabowo). Saya tanya dulu, tujuan bapak apa? Kemudian dia jawab tujuannya adalah memajukan bangsa ini, ekonominya, sosialnya secara adil," papar Kalla dalam sambutannya pada acara halal bihalal Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Hotel Westin, Jakarta Selatan, Jumat (5/7).

Pasca mendengarkan perkataan Prabowo, JK kemudian segera menjabat tangan mantan Danjen Kopassus itu. Pasalnya, JK merasa Prabowo memiliki tujuan yang sama dengan dirinya, yaitu  memajukan Indonesia sehingga menjadi negara yang adil.

Pertemuan dengan Prabowo ini dijadikan satu poin pelajaran untuk petinggi partai politik dan segenap tamu yang hadir dalam acara halal bihalal ICMI. Ditegaskan JK, seyogiyanya semua elemen memang harus mengedepankan persatuan walaupun berbeda ideologi dan pandangan politik.

Dijelaskan JK, para pemimpin sudah sepatutnya memiliki tujuan yang sama dalam mencapai kedamaian. Kedamaian, lanjutnya, tidak perlu dinodai dengan perpecahan hanya karena memaksakan kehendak.

Sponsored

"Karena itu salah satu inti pokok adalah mencari tujuan kebangsaan baru kita akan mencapai persatuan," papar JK.

Berangkat dari hal tersebut, JK berharap masyarakat juga harus tetap menjaga perdamaian meski memiliki perbedaan pilihan diteruskan oleh semua masyarakat. Pasalnya jika masyarakat tetap tidak ingin bersatu sama dengan tidak akan mencapai kedamaian.

"Kalau kita mulai bersatu tanpa tujuan jelas akan menimbulkan perbedaan-perbedaan. Sehingga bisa menimbulkan masalah-masalah," ujar dia.