sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jokowi tak tunjuk satu pun tokoh Papua sebagai menteri

Dari 38 menteri dan pejabat setingkat yang dilantik oleh Presiden Joko Widodo, tidak ada satu pun tokoh asal Papua.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Rabu, 23 Okt 2019 19:17 WIB
Jokowi tak tunjuk satu pun tokoh Papua sebagai menteri
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 76981
Dirawat 36636
Meninggal 3656
Sembuh 36689

Dari 38 menteri dan pejabat setingkat yang dilantik oleh Presiden Joko Widodo, tidak ada satu pun tokoh asal Papua.

Setidaknya, hanya tiga tokoh asal Kawasan Timur Indonesia yang menjadi menteri di Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. Ketiganya adalah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dari Sulawesi Selatan, Menteri PPPA Gusti Ayu Bintang Puspayoga dari Bali, dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dari Maluku Utara.

Padahal beberapa waktu lalu Jokowi bahkan sudah memastikan ada putra Papua yang akan menjadi pembantunya duduk di kabinet.

"Kita sudah sama-sama lihat komposisi menteri yang ada dan sangat disayangkan bahwa tidak ada orang asli Papua di situ. Pak Jokowi lupa bahwa Indonesia ini luas dari Sabang sampai Merauke dan bicara keterwakilan Papua hari ini sangat penting karena menyangkut geopolitik nasional," kata pengamat komunikasi politik Emrus Sihombing dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (23/10).

Menurut Emrus, meski pun penentuan menteri merupakan hak prerogatif presiden, namun aspek geopolitik harus menjadi perhatian.

"Geopolitik ini untuk Indonesia sangat penting, maka perlu kebersamaan. Sekarang kalau ada daerah yang sangat dominan sementara saudara dari ujung Timur tidak ada satu pun, maka kebersamaan sebagai bangsa ini sudah hilang," ujar Emrus.

Jika bicara soal kompetensi, kapasitas atau integritas, lanjut dia, maka banyak tokoh Papua yang mampu untuk duduk sebagai menteri.

"Ada nama seperti Natalius Pigai, Lukas Enembe, Teo Waimuri yang sudah teruji kapasitas dan integritasnya. Tapi Pak Presiden kok bisa mengabaikan aspek ini. Masih ada waktu untuk memperbaiki ini semua sebelum ada gejolak lagi," kata Emrus.

Sponsored

Emrus pun membandingkan menteri saat ini di Kabinet Indonesia Maju, sebagai contoh menyangkut geopolitik. Misalnya, menteri yang saat ini berasal dari daerah Tapanuli ada nama seperti Luhut Panjaitan, Yasona Laoli, dan Juliari Batubara.

"Orang Batak bisa dapat tiga, lalu Papua bagaimana? Jika mengelola negara seperti ini, maka bisa repot sekali. Saya harap presiden perhatikan betul soal ini," pungkas Emrus.

Berita Lainnya