Politik / Pilgub Jawa Barat

Klarifikasi Cagub Asyik soal Debat Pilgub Jabar ricuh

Debat kandidat Pilgub Jawa Barat yang berlangsung Senin (14/5) berakhir ricuh setelah pasangan Asyik membentangkan kaos #2019GantiPresiden

Klarifikasi Cagub Asyik soal Debat Pilgub Jabar ricuh Debat kandidat Pilgub Jawa Barat yang berlangsung pada Senin (14/5) berakhir ricuh setelah pasangan Asyik membentangkan kaos #2019GantiPresiden. / Youtube

Debat kandidat Pilgub Jawa Barat yang berlangsung pada Senin (14/5) berakhir ricuh setelah pasangan Asyik membentangkan kaos #2019GantiPresiden.

Ketua Tim Kampanye Sudrajat-Syaikhu (Asyik) 2018, Haru Suandharu, mengatakan debat kandidat yang digelar di Universitas Indonesia, Depok, itu berjalan baik dan patut diapresiasi.

Menurut dia, pada akhir debat publik tersebut, pasangan Cagub-Cawagub nomor urut 3 Sudrajat -Syaikhu (Asyik), menyampaikan sebuah pesan yang sangat tegas sepanjang 60 detik kepada rakyat Jabar, bahwa dengan pengalaman Sudrajat dan Syaikhu di tingkat internasional, nasional, maupun lokal, dapat membawa Jabar menjadi provinsi yang maju, bertakwa, aman dan sejahtera. 

Selain itu, pasangan Asyik juga menyampaikan aspirasi masyarakat yang dititipkan pada Pasangan nomor urut 3 ini, bahwa jika pasangan Asyik menang pada tahun 2018 ini, maka pasangan ini berkomitmen untuk mendukung pergantian kepemimpinan nasional melalui gerakan #2019GantiPresiden. 

"Pasca disampaikannya aspirasi masyarakat tersebut oleh pasangan Asyik, kami sangat menyayangkan sempat terjadi keributan tidak perlu yang memaksa debat publik yang awalnya aman dan terkendali menjadi ricuh tidak terkendali, bahkan terdengar kata-kata kasar dari pendukung salah satu paslon," katanya dalam keterangan resmi yang diterima Alinea.id, Selasa (15/5). 

Dia menjelaskan, pasangan Asyik berkeyakinan bahwa apa yang disampaikan pada penutupan debat publik kedua, merupakan suatu hak kebebasan berekspresi dan dijamin oleh konstitusi UUD 1945.

Pesan #2019GantiPresiden, sambungnya, merupakan aspirasi sebagian masyarakat Jabar yang menghendaki pergantian kepemimpinan nasional. "Dan kami selaku calon pemimpin Jabar wajib menyuarakannya."
 
Dia menilai, tidak ada pelanggaran hukum yang terjadi dalam penyampaian aspirasi tersebut, baik berdasarkan UUD 1945, peraturan perundangan-undangan terkait, dan peraturan kampanye KPU. 

Tim kampanye Asyik menyayangkan tindakan kasar yang dilakukan oleh oknum pendukung pasangan Cagub-Cawagub Jabar lain yang bertindak mengedepankan emosi dan mengabaikan semangat demokrasi.

Untuk itu, tim kampanye Asyik meminta Bawaslu Provinsi Jabar bertindak netral dan tidak terpengaruh berbagai tekanan yang hendak memprovokasi pelaksanaan Pilgub Jabar yang aman dan damai. 

"Pasangan Asyik tidak memiliki intensi apapun selain menyampaikan aspirasi masyarakat Jabar. Kami selalu berkomitmen untuk terus mengikuti rangkaian Pemilukada Serentak 2018 dengan mengedepankan semangat demokrasi positif guna terwujudnya Jabar yang maju, bertakwa, aman, dan sejahtera," tuturnya.


Berita Terkait