close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Senior Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa (tengah) memasuki ruang Kongres V PAN dengan pengawalan ketat aparat keamanan di Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2/2020)/Foto Antara/Jojon.
icon caption
Senior Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa (tengah) memasuki ruang Kongres V PAN dengan pengawalan ketat aparat keamanan di Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2/2020)/Foto Antara/Jojon.
Politik
Selasa, 11 Februari 2020 14:56

Kongres PAN ricuh, puluhan peserta terluka

Kapolda Sultra Brigjen Pol Merdisyam langsung turun tangan.
swipe

Kericuhan terjadi di ruang sidang Kongres ke-V PAN, di Hotel Clarion Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2). Pendukung calon Ketua Umum (Caketum) DPP PAN periode 2020-2025 Mulfachri Harahap bentrok dengan pendukung Zulkifli Hasan. 

Kejadian itu berawal ketika sidang pleno diskorsing ketua sidang dan meminta para peserta kongres untuk keluar ruangan. Namun, pendukung Zulkifli Hasan tidak mengindahkan instruksi tersebut, hingga memicu kemarahan pendukung Mulfachri Harahap. Gesekan antarkedua pendukung akhirnya pecah.

Ruangan kongres berantakan, dan kursi berhamburan akibat kejadian tersebut. Kapolda Sultra Brigjen Pol Merdisyam langsung turun tangan dan mengarahkan personelnya untuk mengamankan keributan.

Ketua DPW PAN Sulawesi Barat Asri Anas mengklaim ada sebanyak 30 orang peserta kongres yang merupakan pendukung Mulfachri Harahap, diserang sekelompok orang di ruang sidang utama Kongres PAN, di Ballroom Hotel Claro Kendari.

Dia mengatakan 30 orang tersebut sedang dalam perawatan untuk penyembuhan di sebuah ruangan di Hotel Claro, Kendari.

"Setelah skorsing dicabut, kami masuk lalu kami diserbu. Ada sekitar 50 orang yang menyerbu melalui tangga belakang lalu ke atas," kata Asri Anas di Hotel Claro, Kendari, Selasa (11/2).

Dari 30 orang yang terluka itu, jelas dia, kebanyakan mengalami luka di bagian kepala, terkena lemparan kursi hingga berdarah. Namun, Asri enggan menyebut nama-nama orang yang terluka tersebut.

"Kami meminta ada verifikasi peserta Kongres yang sudah jadi keputusan SC namun mereka tidak mau keluar dari ruangan. Begitu kondisinya," ujarnya.

Koordinator Konsolidasi Lapangan Tim Pemenangan Mulfachri-Hanafi itu meminta agar aparat keamanan koordinasi untuk mengosongkan ruang sidang dan semua pihak harus menjunjung tinggi sportivitas. (Ant)

img
Fathor Rasi
Reporter
img
Fathor Rasi
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan