sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Rayu milenial, PDIP gelar lomba sambut sumpah pemuda

Ketua DPP PDI Perjuangan Sukur Nababan mengatakan lomba "Satu Indonesia Kita" adalah salah satu cara untuk menggaet suara kaum millenials.

Robi Ardianto
Robi Ardianto Selasa, 23 Okt 2018 20:47 WIB
Rayu milenial, PDIP gelar lomba sambut sumpah pemuda

Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan gelar aneka perlombaan bagi anak muda dengan tema 'Satu Indonesia Kita'. Lomba tersebut dilakukan sebagai perayaan Sumpah Pemuda ke-90. Perhelatan itu dimulai pada Sabtu (27/10) dan Minggu (28/10).

Ketua DPP PDI Perjuangan Sukur Nababan mengatakan lomba "Satu Indonesia Kita" adalah salah satu cara untuk menggaet suara kaum millenials. PDIP juga memiliki agenda khusus agar bisa membaur dunia anak muda atau generasi millenials. 

"Sehingga PDI Perjuangan bisa menjadi rumah besar bagi seluruh anak bangsa Indonesia termasuk kaum millenials," katanya. 

Lebih jauh, Sukur mengatakan acara PDIP ala anak muda ini tidak semata bertujuan meningkatkan target suara dari kaum millenials. Melainkan, agar anak muda nantinya semakin meningkatkan kecintaan anak muda terhadap Indonesia. 

"Tujuan kami menggelar acara sumpah pemuda sesungguhnya bukanlah semata-mata menaikkan elektabilitas dikalangan anak muda," sebutnya.

Sukur menambahkan untuk target partai berlambang kepala banteng itu, mampu menjadi bagian dari rumah anak muda Indonesia. Sebab satu-satunya cara meraih simpati dari kaum millenials yaitu mengikuti kesenangan atau hobi anak muda.

Dua lomba yang kini gencar dilakukan adalah dialog tentang star up. Disamping, adanya video blogging atau vlog tentang kecintaan mereka terhadap Indonesia. 

"Lomba menulis surat cinta, kami memberi kesempatan kepada anak muda menuliskan tulisan tangan, bukan pake gadget atau komputer tentang rasa cinta terhadal Ke-Indonesiaan," jelas Sukur.

Sponsored

Acara puncaknya yaitu pada 28 Oktober 2018 diadakan kegiatan pembacaan sumpah pemuda pembacaan deklarasi serta penghargaan 10 pemuda yang memotivasi dari berbagai bidang. Acara ditutup dengan konser kebangsaan yang digelar di Jakarta Expo Center Kemayoran. 

Sementara itu, Ketua Panitia Sumpah Pemuda 'Satu Indonesia Kita' Nico Siahaan tidak menapik acara tersebut memiliki tujuan pragmatis, yang akan didapatkan oleh PDI Perjuangan pada 2019 mendatang. 

"Tidak mungkin ini tidak dihitung sebagai bagian dari 2019. Jika bekerjanya secara benar maka suara millenials adalah bonusnya," sebut politisi PDI Perjuangan itu yang juga mantan presenter televisi itu. 

Berita Lainnya