logo alinea.id logo alinea.id

Prabowo akhirnya ungkap alasan ke Austria

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto akhirnya buka suara terkait perjalanannya ke Austria.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Senin, 03 Jun 2019 22:38 WIB
Prabowo akhirnya ungkap alasan ke Austria

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto akhirnya buka suara terkait perjalanannya ke Austria.

Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerakan Indonesia Raya itu mengatakan perjalanannya ke Eropa untuk memeriksakan kondisi kesehatan. 

Lawatan ke Benua Biru itu membuat Prabowo tidak dapat menghadiri pemakaman almarhum Ani Yudhoyono. Prabowo melakukan perjalanan menggunakan pesawat pribadi ke Wina, Austria melalui Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) pada Selasa (28/5) hingga Senin (3/6). 

Menurut dia, tes kesehatan yang dilakukan Prabowo lantaran dirinya selesai melakukan kampanye selama delapan bulan. Ia merasa perlu melakukan pemeriksaan kesehatan karena memiliki riwayat cedera.

“Saya melaksanakan cek kesehatan, ada masalah cedera saya dulu,” ucap Prabowo saat melayat di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Senin (3/6).

Prabowo pun menyampaikan permohonan maaf kepada SBY atas ketidakhadirannya pada pemakaman almarhum Ani Yudhoyono pada Minggu (2/6). Namun, ia mengaku dirinya sudah dalam perjalanan saat pemakaman tersebut.

Padahal, Prabowo mengaku memiliki kedekatan emosional yang sangat erat dengan keluarga Ani Yudhoyono. Oleh karenanya saat tiba di Indonesia, ia langsung menuju Cikeas untuk menemui SBY.

"Atas nama pribadi, saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada senior saya, sahabat saya bapak SBY. Saya juga menyampaikan permohonan maaf karena saya dalam perjalanan ke Eropa waktu itu," katanya.

Sponsored

Sebelumnya, Prabowo Subianto terbang ke Wina Austria melalui Dubai menggunakan pesawat carteran dari Bandara Halim Perdana Kusuma menggunakan Private Jet Ambraer 190/ Lineage 1000 noreg : 9HNYC.

Prabowo berangkat bersama sejumlah orang, yakni Tedy Arman, Yoriko Fransisko Karundeng, Gibrael Habel Karapang, dua orang warga Rusia Mikhail Davzdov dan Anzhelika Butaeva, satu orang warga Amerika bernama Justin, dan satu orang warga Jerman Mischa Gemermann.