sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Tak jenguk kala sakit dan telat melayat Bu Ani, Prabowo menyesal

Prabowo Subianto mengaku menyesal lantaran tak menjenguk saat sakit di Singapura dan telat melayat almarhumah Ani Yudhoyono.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Senin, 03 Jun 2019 18:20 WIB
Tak jenguk kala sakit dan telat melayat Bu Ani, Prabowo menyesal

Prabowo Subianto mengaku menyesal lantaran tak menjenguk saat sakit di Singapura dan telat melayat almarhumah Ani Yudhoyono.

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang baru kembali dari lawatan ke Austria langsung menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ani Yudhoyono kepada Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ucapan duka cita itu disampaikan saat Prabowo datang ke kediaman SBY di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, selama 34 menit. 

Prabowo juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadirannya saat pemakaman Ani Yudhoyono pada Minggu (2/6). Pasalnya, ia mengaku baru tiba di Indonesia pada Senin (3/6) pagi.

“Saya datang untuk menyampaikan belasungkawa saya kepada senior dan sahabat saya, Bapak SBY. Saya juga mohon maaf tidak bisa hadir dalam pemakaman karena saya masih dalam perjalanan dari Eropa,” ujar Prabowo seusai pertemuan, Senin (3/6).

Menurut Prabowo, kedatangannya melayat bukanlah sebagai rekan politik, tetapi ia datang secara pribadi dan dengan latar selaku junior kepada seniornya. Prabowo juga mengaku memiliki kedekatan dengan almarhumah Ani Yudhoyono sehingga kedatangannya sangatlah personal menyampaikan duka cita.

Prabowo pun menyampaikan penyesalannya lantaran telah menunda menjenguk Ani Yudhoyono saat terbaring sakit di National University Hospital (NUH) Singapura. Prabowo memutuskan untuk menunda menjenguk Ani Yudhoyono di Singapura lantaran kondisinya mulai membaik. 

“Saya sudah kampanye keras, saya minta maaf dan tidak sempat nengok ke Singapura. Saya mendengar kondisi (Ibu Ani) membaik, jadi saya menunda dan saya terlambat,” tutur Prabowo.

Sponsored

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengaku dalam pertemuan di ruang tamu, SBY menceritakan kondisi terakhir isterinya. Pertemuan keduanya tanpa didampingi oleh kedua putra SBY, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhi Baskoro Yudhoyono (Ibas).

Hinca pun menyampaikan SBY menerima dengan baik kedatangan Prabowo. SBY berkali-kali menyebut Prabowo sebagai sahabatnya dalam perbincangan tersebut.

“Suasananya penuh akrab dan kekerabatan. Pak SBY berkali-kali bilang dia sahabat saya,” ucap Hinca.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) bertemu Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) saat melayat di rumah duka, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Senin (3/6). / Antara Foto

Kenal personal

Sementara itu, Prabowo Subianto menceritakan sosok Ani Yudhoyono setelah melayat ke kediaman SBY. Prabowo mengaku memiliki kedekatan secara pribadi terhadap sosok almarhumah yang bernama lengkap Kristiani Herrawati Yudhoyono itu.

Prabowo mengungkapkan dirinya merasa kehilangan atas kepergian Ani Yudhoyono. Pasalnya, kedekatan dan dukungan Ani yudhoyono secara moril diakui Prabowo sangat dirasakan.

Ia pun menceritakan sosok Ani Yudhoyono sebagai istri seorang prajurit yang dikenalnya. Menurutnya, Ani Yudhoyono adalah sosok yang sangat hebat.

“Bu Ani seorang tokoh terkenal. Sudah lama menjadi istri prajurit yang hebat. Jadi saya merasakan apa yang dirasakan Pak SBY,” kata Prabowo sesaat setelah bertakziah.

Ditambahkan Prabowo, sosok Ani Yudhoyono sebagai seorang istri yang sangat bijaksana. Ani Yudhoyono juga selalu mendukung suaminya dalam kondisi apapun.

“Banyak yang bisa diambil dari beliau, beliau mendukung suaminya, sangat cerdas dan bijak,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo dirinya juga telah mengenal ayah Ani Yudhoyono, Letnan Jenderal TNI Sarwo Edhi Wibowo, sejak remaja. Oleh karenanya, Prabowo merasa kedatangannya juga dalam bentuk hubungan kekeluargaan.