sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Prabowo dukung ibu kota pindah, Gerindra justru tolak

Meski Prabowo Subianto mendukung pemindahan ibu kota, Partai Gerindra justru menolaknya.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Selasa, 20 Agst 2019 18:03 WIB
Prabowo dukung ibu kota pindah, Gerindra justru tolak

Meski Prabowo Subianto mendukung pemindahan ibu kota, Partai Gerindra justru menolaknya. 

Anggota Komisi V DPR Fraksi Gerindra Bambang Haryo Soekartono memandang wacana pemindahan ibu kota ke Kalimantan belum harus dilakukan dalam waktu dekat ini. Dia menyarankan agar pemerintah memprioritaskan kebutuhan rakyat ketimbang pemindahan ibu kota. 

Menurut dia, sebenarnya wacana pemindahan ibu kota ke Kalimantan sudah ada sejak era Presiden Sukarno, Presiden Soeharto, dan pemimpin Indonesia sebelumnya. Namun, hal itu belum bisa terealisasi karena terhambatnya ketersediaan anggaran negara. 

"Pertama itu kebutuhan pangan kita yang dikatakan sekarang ini harga-harga komoditas kita jauh lebih mahal. Masalah listrik juga, harga listrik kita mahal. Ini jadi prioritas pemerintah. Kemudian air kita seperti di Dumai cuma 1% yang dialiri PDAM. Ini kebutuhan pokok yang harus direalisasikan  terlebih dahulu dibanding pemindahan ibu kota," tutur Bambang saat melakukan interupsi dalam rapat paripurna DPR, Senayan Jakarta, Selasa (20/8). 

Anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Timur itu menilai pemindahan ibu kota perlu dipertimbangkan. Sebab, pemindahan ibu kota dari Jakarta yang padat penduduk ke Kalimantan diperkirakan akan menimbulkan kesenjangan ruang.  

"Walaupun kondisi negara jauh lebih baik dari kondisi sekarang ini, lalu lokasi itu hutan negara maka ini kondisi yang sedemikian sulit untuk bisa memenuhi apa yang jadi keinginan negara," tuturnya. 

"Jadi ini mohon jadi suatu pertimbangan kita. Jangan sampai ada pemborosan biaya untuk kepentingan enggak jelas pencitraan. Semoga bisa dikaji lebih mendalam oleh pemerintah," kata Bambang. 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

17 Agustus 2019

Sponsored

A post shared by Prabowo Subianto (@prabowo) on

Prabowo justru dukung

Sebelumnya, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Prabowo Subianto menilai wacana pemindahan ibu kota merupakan perjuangan partainya sejak 2014. Namun, pemindahan ibu kota perlu dilakukan penelitian yang komprehensif sebelum dilaksanakan.

"Pemindahan ibu kota merupakan perjuangan Gerindra sejak lama yaitu sejak 2014," kata Prabowo usai menghadiri upacara bendera peringatan HUT Ke-74 RI di Kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta, Sabtu (17/8).

Dia mengatakan pemindahan ibu kota perlu penelitian yang baik untuk menentukan lokasi ibu kota yang baru dan bisa diterima semua pihak.

Prabowo juga mengingatkan bahwa pemindahan ibu kota memerlukan biaya yang tidak sedikit.

"Lokasinya cari tempat yang terbaik. Cari pakar dan konsensus yang terbaik," ujarnya.

Presiden Joko Widodo dalam pidatonya di Sidang Bersama DPR-DPD RI mengatakan dirinya meminta izin kepada bangsa Indonesia untuk memindahkan ibu kota negara ke Pulau Kalimantan.

Menurut Joko Widodo, ibu kota negara bukan hanya simbol tapi menjadi representasi kemajuan bangsa. "Ini demi visi Indonesia maju. Indonesia yang akan hidup selamanya. Dirgahayu RI. Dirgahayu Pancasila. Merdeka!" katanya.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Selamat siang. Ibu kota negara kita akan pindah. Letaknya di Pulau Kalimantan. Di mana pastinya, sejauh ini telah mengerucut ke salah satu provinsi: bisa di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan. Segala aspek dalam proses pemindahan itu -- skema pembiayaan, desain kelembagaan, payung hukum regulasi mengenai pemindahan ibu kota -- sedang dikaji secara mendalam dan detail, sehingga keputusan nanti benar dalam visi ke depan kita. Pengalaman negara-negara lain dalam pemindahan ibu kota juga dipelajari untuk kita antisipasi hambatannya. Sebaliknya, faktor-faktor kunci keberhasilan yang bisa kita adopsi, kita adaptasi. Dalam memutuskan pemindahan ibu kota ini, posisi saya bukan sebagai kepala pemerintahan, tetapi sebagai kepala negara. Kita harus melihat visi besar berbangsa dan bernegara untuk 10 tahun, 50 tahun, 100 tahun yang akan datang.

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on