logo alinea.id logo alinea.id

Sandiaga Uno angkat bicara soal hoax surat suara

Cawapres Sandiaga Uno angkat bicara terkait hoax 70 juta surat suara tercoblos Jokowi-Ma'ruf Amin.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Jumat, 04 Jan 2019 02:10 WIB
Sandiaga Uno angkat bicara soal hoax surat suara

Cawapres Sandiaga Uno angkat bicara terkait hoax 70 juta surat suara tercoblos Jokowi-Ma'ruf Amin. Dia tak khawatir hoax tersebut menggerus elektabilitas Prabowo-Sandi.

Komentar Sandi lantaran Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Andi Arief melalui akun twitternya mengungkap dugaan kasus itu.

Menurut Sandi, seharusnya kabar tersebut tidak diamplifikasi dan disebarkan lantaran dapat menimbulkan prasangka di masyarakat.

"Berita-berita yang masih kabar burung seperti itu selayaknya tak diamplikasi, apalagi di-broadcast karena itu nanti akan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat," ujarnya usai menghadiri acara pertemuan relawan di Meruya, Jakarta Barat, Kamis (3/1).

Dia tak ingin mengambil pusing atau khawatir munculnya kasus hoax 70 juta surat suara tercoblos Jokowi-Ma'ruf itu dapat menggerus elektabilitasnya. Sebab, Sandi yakin masyarakat sudah cerdas dalam memahami dinamika politik di Tanah Air.

"Sama tak ada kekhawatiran karena masyarakat sudah tahu mana yang mereka harus fokuskan, ya ekonomi," ungkapnya.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini pun tak ingin banyak komentar perihal perilaku Andi Arief. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabawo-Sandi.

"Saya serahkan ke BPN, tapi saya ingin menyampaikan pesan bahwa berita-berita tersebut terverifikasi dan tervalidasi," kata dia.

Sponsored

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Juru Bicara BPN Prabawo-Sandi, Dahnil Anzhar Simanjuntak menyatakan, pihaknya tak tahu menahu asal rekaman suara yang menyebut Partai Gerindra dan Djoko Santoso tersebut. 

"Sebab, siapa pun bisa buat itu. Semua pihak manapun bisa membuat itu, kemudian mereka bisa menuduh siapa pun," urainya.

Untuk itu, Dahnil meminta kepada kepolisian untuk mencari pihak yang membuat rekaman tersebut. Hal itu dilakukan agar isu ini tak menjadi bola liar terus menerus.

"Kuncinya silakan polisi mencari siapa yang merekam itu. Jangan sampai ini menjadi kasus-kasus lainnya kemudian menjadi tertuduh dan kasusnya tak terungkap," katanya.

Lebih jauh, Dahnil memandang pernyataan Andi Arief tersebut bukanlah bentuk kategori berita bohong. Namun, pernyataan Andi Arief lebih berupa peringatan bagi penyelenggara Pemilu agar mengkroscek kabar burung tersebut.

"Kami tangkap apa uang dilakukan Andi Arief adalah memperingati segera dicek. Kan begitu yang disampaikan dia. Kalau kemudian itu tak benar ya bagus," pungkasnya.