Tentara Israel tembak mati remaja Palestina di Tepi Barat

Hal itu menjadi kekerasan terbaru yang mengguncang wilayah tersebut selama salah satu konflik paling kejam dalam konflik Israel-Palestina.

Ini adalah peta lokasi Israel dan wilayah Palestina. Foto AP

Para pejabat kesehatan Palestina menyebutkan, pasukan keamanan Israel pada Sabtu (10/9) waktu setempat, membunuh seorang remaja Palestina berusia 16 tahun dalam sebuah konfrontasi di wilayah selatan Tepi Barat yang diduduki. Hal itu menjadi kekerasan terbaru yang mengguncang wilayah tersebut selama salah satu konflik paling kejam dalam konflik Israel-Palestina dalam hampir dua dekade.

Kematian Milad al-Rai menambah jumlah warga Palestina yang tewas di Tepi Barat sepanjang tahun ini akibat tembakan Israel menjadi 185 orang, termasuk lebih dari 30 pemuda di bawah usia 18 tahun. Jumlah korban tewas tahun ini di Tepi Barat dan Yerusalem Timur sudah mencapai angka tersebut. Melampaui kondisi 2022, yang dianggap sebagai tahun paling mematikan sejak PBB mulai melakukan pelacakan pada 2005.

Militer Israel mengatakan, mereka melepaskan gas air mata dan melepaskan tembakan ke arah sekelompok warga Palestina di luar kamp pengungsi Al-Aroub di Tepi Barat selatan yang melemparkan bom molotov ke arah pasukan di seberang jalan. Dikatakan bahwa pihaknya mengetahui bahwa salah satu warga Palestina telah ditembak dan mengatakan ada korban militer Israel.

Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi warga Palestina yang terbunuh sebagai Milad al-Rai yang berusia 16 tahun dan mengatakan punggungnya terkena peluru.

Menurut penghitungan The Associated Press, hampir separuh warga Palestina yang tewas dalam kekerasan tahun ini berafiliasi dengan kelompok militan. Israel mengatakan, sebagian besar korban tewas adalah militan, namun para pemuda pelempar batu yang memprotes serangan tersebut serta orang-orang yang tidak terlibat dalam konfrontasi juga tewas.