Baru sempat makan setelah pulang kerja atau tiba-tiba lapar menjelang tidur, situasi ini mungkin akrab bagi sebagian orang. Namun, selain jenis dan jumlah makanan, waktu makan juga bisa memengaruhi cara tubuh memproses makanan dan beristirahat.
Hal ini sebenarnya tidak otomatis berbahaya setiap kali kita melakukannya. Tapi kita perlu memperhatikan seberapa dekat waktu makan dengan waktu tidur, pola yang berulang, serta kondisi dan kebiasaan masing-masing orang. Lantas, apa yang terjadi pada tubuh jika kita makan terlalu larut? Berikut penjelasan yang bisa kamu simak, dilansir dari Johns Hopkins Medicine (2025).
Apa yang terjadi pada tubuh saat kita makan mendekati waktu tidur?
Setelah pulang kerja atau beraktivitas yang memungkinkan kita untuk sampai di rumah cukup larut, biasanya membuat kita cukup merasa lapar. Tapi apakah tubuh memproses makanan dengan cara yang sama pada setiap waktu?
Tubuh memang tetap bekerja ketika kita tidur. Akan tetapi, waktu makan yang terlalu dekat dengan waktu istirahat dapat membuat tubuh menghadapi dua proses sekaligus, yaitu beradaptasi dengan makanan yang baru dikonsumsi dan menjalani pola istirahat.
Namun, efeknya tidak selalu sama pada setiap orang. Kita sendiri memiliki jam biologis atau ritme yang membantu mengatur berbagai fungsi tubuh mengikuti siklus harian, dan waktu makan juga menjadi salah satu bagian dari ritme tersebut.
Waktu makan memengaruhi pengolahan gula darah
Riset yang dibahas oleh Johns Hopkins Medicine membandingkan makan malam pada pukul 18.00 dan 22.00. Dalam penelitian terhadap 20 relawan sehat, makan pada pukul 10 malam memiliki kaitan dengan lonjakan glukosa sekitar 18% lebih tinggi serta pemecahan lemak dari makanan sekitar 10% lebih lambat pada malam hari dibandingkan dengan makan pukul 18.00.
Tapi temuan itu tidak berarti setiap orang yang makan pukul 22.00 akan mengalami respons yang sama. Dampaknya terlihat berbeda berdasarkan kebiasaan waktu tidur setiap peserta. Dengan kata lain, jam makan bukan satu-satunya hal yang menentukan respons metabolisme tubuh.
Lalu, apakah makan malam selalu buruk bagi kesehatan?
Jawabannya tidak sesederhana menentukan satu jam sebagai batas aman atau berbahaya. Seseorang yang bekerja hingga malam mungkin memiliki jadwal makan yang berbeda dari orang yang menyelesaikan aktivitasnya lebih awal.
Sehingga kita perlu memperhatikan pola makan secara keseluruhan dan seberapa dekat waktu makan dengan waktu tidur. Sesekali makan larut karena tuntutan aktivitas tidak otomatis berarti seseorang akan mengalami masalah kesehatan.
Namun, jika seseorang terbiasa makan dalam jumlah besar tepat sebelum tidur, kebiasaan tersebut patut dievaluasi. Pengalaman tubuh sendiri dapat menjadi petunjuk awal untuk melihat apakah waktu makan saat ini sudah sesuai dengan kebutuhan.
Apa yang bisa dilakukan jika terlalu sering makan malam?
Pertama, jika memungkinkan, atur waktu makan utama agar tidak terlalu berdekatan dengan waktu kita berbaring. Dengan begitu, ada jeda sebelum tubuh memasuki waktu istirahat.
Kedua, perhatikan porsi makanan. Bila harus makan malam, sesuaikan porsi dengan kebutuhan dan hindari makan terlalu banyak tepat sebelum tidur.
Ketiga, perhatikan bagaimana tubuh merespons kebiasaan tersebut. Apakah tidur terasa kurang nyaman setelah makan larut? Apakah muncul keluhan seperti rasa panas di dada atau asam lambung naik ketika berbaring? Jika keluhan berulang atau mengganggu, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Langkah-langkah tersebut bukan aturan mutlak yang harus diterapkan oleh semua orang. Namun, ini dapat membantu kita dalam menemukan pola makan yang sesuai dengan rutinitas dan kondisi masing-masing.
Penutup
Makan larut malam tidak serta-merta membuat seseorang jatuh sakit. Tapi kebiasaan makan yang terlalu dekat dengan waktu tidur bisa saja mengganggu kondisi tubuh. Oleh karena itu, kita perlu memperhatikan pola terutama jika terasa berulang serta memengaruhi waktu istirahat dan kesehatan.
Jadi, kebiasaan makan larut malam ini bukan hanya tentang pukul berapa kita makan. Tapi seberapa dekat waktu makan tersebut dengan waktu kita istirahat dan bagaimana tubuh meresponsnya.