Produsen beras beralih ke beras khusus bebas HET demi bertahan, namun diversifikasi belum mampu menghentikan kerugian.
Harga bahan baku gabah yang naik tinggi membuat pelaku usaha di industri perberasan, terutama penggilingan dan produsen beras, kelimpungan. Ditambah kenaikan harga kemasan dan biaya operasional akibat dampak perang di Timur Tengah, membuat tekanan pada usaha semakin berat. Harga eceran tertinggi (HET) beras di hilir yang berlaku wajib bagi semua pelaku usaha, membuat mereka merugi. Diperkirakan, tidak sedikit mereka yang terlempar dari pasar. Yang bertahan terus ada di pasar melayani pembeli, harus menanggung konsekuensi pahit: keuangan usaha menjadi berdarah-darah.
Seperti diulas pada artikel "Sampai Kapan Pelaku Usaha Industri Perberasan Bertahan Merugi?", pengakuan terang benderang menjual beras di retail modern merugi disampaikan oleh Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya (FS) Dodot Tri Widodo. Mudah diduga, Dodot 'berani' bersuara karena berada di forum publik dan terbuka untuk umum: rapat kerja dengan Komisi C DPRD DKI Jakarta, 27 April 2026. Ada kecenderungan, pelaku usaha menjadi mayoritas diam. Mereka tak berani bersuara.
Kerugian kasat mata, setidaknya bisa diwakili oleh dua entitas perusahaan produsen beras yang listing di bursa: PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) dan PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI). Kerugian tiga tahun berturut-turut, 2023-2025, yang dialami HOKI sepertiny bakal berlanjut di tahun ini. Itu setidaknya tergambar dari total rugi komprehensif pada Januari 2026 sebesar Rp8,87 miliar (belum diaudit).
Dalam laporan keuangan 2025, HOKI secara implisit mengakui kinerja korporasi sulit karena bergantung pada beras premium yang penjualannya dibatasi HET. Oleh karena itu, manajemen hendak meluncurkan produk baru dengan merek Hoki Gohan dan TopiKoki Royal di tahun 2026 yang tidak diatur dengan HET. Kalau dicek di laman HOKI, dua produk ini sudah ada alias sudah diluncurkan. Dua produk baru tersebut adalah beras khusus, yang merujuk Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional 299/2025, bebas HET.
Sebetulnya, rencana mengembangkan produk beras khusus, yakni beras merah, beras organik, dan beras fortifikasi (beras yang diperkaya dengan vitamin dan mineral), sudah direncanakan di tahun 2025. Itu tertuang dalam laporan keuangan HOKI 2024. Ketika situasi semakin sulit, HOKI sepertinya semakin serius menggarap segmen beras khusus ini. Di retail modern, ada beragam produk beras khusus produksi HOKI.