Angka kasus DBD dan malaria di Jatim masih tinggi

Terdapat 6.420 kasus DBD dan 190 kasus malaria pada semester I 2020.

Ilustrasi. Pixabay

Angka kematian akibat demam berdarah dengue (DBD) dan malaria di Jawa Timur (Jatim) masih tergolong tinggi. Hingga 31 Juli 2020, terdapat 6.420 pasien DBD.

Kasus tertinggi, ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, Herlin Ferliana, ditemukan di Kabupaten Malang dengan 1.186 kasus. Sedangkan angka kematian tertinggi, tujuh orang, di Pacitan. 

"Sedangkan untuk total jumlah kasus malaria di Jawa Timur sampai semester I 2020 sebesar 190. Daerah tertinggi, yaitu Kota Madiun 46 kasus dan Trenggalek 29 kasus. Jumlah kematian akibat Malaria ada dua kasus, di Jember satu orang dan Kota Malang satu orang," ucapnya, menukil situs web Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.

Menurutnya, tingginya kasus DBD dan malaria pada 2020 akibat cuaca, tumpukan barang terlalu banyak, tanaman liar, dan genangan air.

Dinkes Jatim pun mengimbau masyarakat memberantas sarang nyamuk dengan 3M, mencakup membersihkan dan menutup tempat penampungan air serta menyingkirkan barang bekas. Kemudian, setidaknya ada satu juru pemantau jentik (jumantik) di setiap satu rumah atau bangunan.