Penambahan jumlah personil Densus 88 tersebut, akan dilakukan bertahap sampai tahun 2024.
Polri masih akan menggodok penambahan jumlah personel Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri. Selain jumlah, penempatan pos-pos tugas juga akan menjadi poin yang masuk dalam pembahasan tersebut.
Kepala Bantuan Operasi Densus 88, Kombes Aswin Siregar mengatakan, pihaknya masih akan mengaji untuk melihat kebutuhan di wilayah tersebut dan kontur sosialnya. Meski kebutuhan setiap wilayah berbeda, lanjut Aswin, semua didasari untuk keamanan tanah air, termasuk di Papua.
“Ini adalah pertanyaan stratejik yang harus dikaji dan diskusikan oleh Densus dan berbagai stake holder terkait. Densus 88 memiliki komitmen untuk menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh wilayah NKRI, termasuk Papua tentunya,” kata Aswin kepada Alinea.id, Jumat (18/2).
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, personel Densus 88 akan ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia. Penambahan jumlah personel itu berada di angka 1.500 sampai 2.000 personel.
Dedi menyampaikan, penambahan jumlah personil Densus 88 tersebut, sebagai realisasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memperkuat satuan polisi antiteror tersebut. Dedi menjelaskan, penambahan jumlah personil Densus 88 tersebut, akan dilakukan bertahap sampai 2024.