close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Tim Satgas PRR meninjau DAS Krueng Trumon di Aceh Selatan. dok. Satgas PRR
icon caption
Tim Satgas PRR meninjau DAS Krueng Trumon di Aceh Selatan. dok. Satgas PRR
Peristiwa
Senin, 17 Agustus 2026 18:57

Aceh Selatan integrasikan normalisasi Krueng Trumon dan pemulihan ekonomi warga

Krueng Trumon menjadi salah satu infrastruktur yang membutuhkan perhatian serius setelah mengalami kerusakan dan pendangkalan akibat bencana hidrometeorologi pada akhir 2025. Kondisi tersebut menghambat aliran air menuju muara dan meningkatkan potensi luapan ketika curah hujan serta debit sungai meningkat.
swipe

Pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Trumon di Kabupaten Aceh Selatan dipercepat melalui normalisasi sungai yang diselaraskan dengan pembangunan drainase dan pemulihan tambak masyarakat. Penanganan terpadu tersebut diarahkan untuk mengurangi risiko banjir sekaligus mengembalikan produktivitas sektor pertanian dan perikanan yang menjadi sumber penghidupan warga.

Krueng Trumon menjadi salah satu infrastruktur yang membutuhkan perhatian serius setelah mengalami kerusakan dan pendangkalan akibat bencana hidrometeorologi pada akhir 2025. Kondisi tersebut menghambat aliran air menuju muara dan meningkatkan potensi luapan ketika curah hujan serta debit sungai meningkat.

Normalisasi dilakukan untuk memperlancar aliran air, mengurangi sedimentasi, dan meningkatkan kapasitas sungai dalam menampung debit. Penanganan tersebut diharapkan dapat melindungi permukiman, fasilitas umum, lahan pertanian, serta kegiatan perikanan masyarakat di sepanjang aliran Krueng Trumon.

Upaya pengurangan risiko banjir turut diperkuat melalui pembangunan drainase sepanjang 3.800 meter di Desa Padang Harapan, Kecamatan Trumon Tengah. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mempercepat pembuangan genangan dan mencegah air meluap ke jalan maupun kawasan permukiman ketika hujan deras.

Pemulihan tidak hanya menyasar infrastruktur pengendali banjir, tetapi juga kegiatan ekonomi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan menangani pemulihan tambak warga agar dapat kembali produktif setelah terdampak bencana.

Penanganan tambak tersebut salah satunya menyasar Gampong Indra Damai, Kecamatan Kluet Selatan. Bagi masyarakat setempat, pemulihan tambak menjadi bagian penting untuk mengembalikan produksi perikanan, pendapatan keluarga, serta aktivitas ekonomi yang sempat terhenti.

Keterhubungan antara normalisasi sungai, pembangunan drainase, dan pemulihan tambak menjadi penting karena ketiganya saling memengaruhi. Aliran air yang terkendali tidak hanya mengurangi ancaman banjir, tetapi juga memberikan perlindungan terhadap lahan produksi dan menjaga keberlanjutan mata pencaharian masyarakat.

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera juga mendukung upaya tersebut dengan melakukan identifikasi hambatan dan percepatan pemulihan lewat kunjungan yang dipimpin Koordinator Wilayah Aceh II Posko Nasional Satgas PRR Brigjen TNI (Mar) Guslin Kamase.

“Keterlibatan pemerintah daerah dan perangkat teknis terkait menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana,” kata Guslin.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Aceh Selatan Gamal Halim mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dalam mengawal pemulihan wilayah terdampak. “Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat melihat kehadiran pemerintah, mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah, dalam menangani dampak bencana. Masyarakat sangat mengharapkan pemerintah hadir di tengah kesulitan yang mereka hadapi,” kata Gamal.

img
Tim copywriter
Reporter
img
Tim copywriter
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan