close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Salah satu langkah nyata yang kini tengah dipercepat adalah pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Kecamatan Linge, sebagai solusi permanen untuk memulihkan akses transportasi masyarakat yang sempat terputus akibat bencana hidrometeorologi. Foto istimewa
icon caption
Salah satu langkah nyata yang kini tengah dipercepat adalah pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Kecamatan Linge, sebagai solusi permanen untuk memulihkan akses transportasi masyarakat yang sempat terputus akibat bencana hidrometeorologi. Foto istimewa
Peristiwa
Minggu, 05 Juli 2026 20:45

Sempat terputus, Jembatan Perintis Garuda jadi akses baru bagi warga Aceh Tengah

Bencana yang melanda wilayah tersebut sebelumnya menyebabkan jalur penghubung antara Desa Reje Payung dan Desa Jamat terputus, sehingga menghambat aktivitas sehari-hari warga.
swipe

Upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh terus menunjukkan kemajuan. Salah satu langkah nyata yang kini tengah dipercepat adalah pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Kecamatan Linge, sebagai solusi permanen untuk memulihkan akses transportasi masyarakat yang sempat terputus akibat bencana hidrometeorologi.

Bencana yang melanda wilayah tersebut sebelumnya menyebabkan jalur penghubung antara Desa Reje Payung dan Desa Jamat terputus, sehingga menghambat aktivitas sehari-hari warga. Anak-anak kesulitan menuju sekolah, petani terkendala mengakses lahan pertanian, sementara mobilitas masyarakat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi menjadi terbatas.

Pada masa tanggap darurat, prajurit Kodim 0106/Aceh Tengah bersama personel Yonif TP, relawan, dan masyarakat bergotong royong membangun jembatan sementara agar aktivitas warga tetap dapat berlangsung. Namun, tingginya debit sungai saat musim hujan menyebabkan jembatan darurat tersebut beberapa kali hanyut, sehingga dibutuhkan solusi yang lebih aman dan berkelanjutan.

Menjawab kebutuhan tersebut, pembangunan Jembatan Perintis Garuda mulai dilaksanakan sejak April 2026. Kehadiran jembatan ayun permanen ini menjadi bagian dari upaya mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah yang menjadi penopang aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Pembangunan jembatan melibatkan personel Kodim 0106/Aceh Tengah, jajaran Koramil, 25 prajurit Yonif TP, tenaga teknis Zidam, serta dukungan masyarakat setempat. Kolaborasi lintas unsur tersebut mencerminkan semangat gotong royong dalam menghadirkan infrastruktur yang lebih tangguh dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi warga terdampak.

Danramil 05 Kodim 0106/Aceh Tengah Letnan Satu Infanteri Mukhlis mengatakan pembangunan Jembatan Perintis Garuda terus berjalan sesuai target. 

"Kami saat ini sedang melaksanakan pembangunan Jembatan Perintis Garuda. Progresnya sudah mencapai 53 persen dan kami berupaya menyelesaikannya dalam sekitar 10 hari ke depan atau tepatnya pada 15 Juli," ujarnya saat ditemui di lokasi.

Menurut Mukhlis, jembatan tersebut diharapkan mampu mengembalikan kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mendukung berbagai aktivitas penting, mulai dari akses pendidikan, distribusi hasil pertanian, hingga pergerakan ekonomi masyarakat di Kecamatan Linge. Kehadiran infrastruktur yang lebih kokoh juga menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko terganggunya aktivitas warga ketika terjadi cuaca ekstrem.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda menunjukkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada upaya mengembalikan kualitas hidup masyarakat.

img
Sahputra
Reporter
img
Sahputra
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan