close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Tim Satgas PRR meninjau pemulihan pascabencana di kawasan wisata Mendale di tepi Danau Lut Tawar, Aceh Tengah, Aceh. dok. Satgas PRR/Kudus Purnomor
icon caption
Tim Satgas PRR meninjau pemulihan pascabencana di kawasan wisata Mendale di tepi Danau Lut Tawar, Aceh Tengah, Aceh. dok. Satgas PRR/Kudus Purnomor
Peristiwa
Senin, 17 Agustus 2026 19:18

Aceh Tengah percepat pulihkan ekonomi wisata Danau Lut Tawar

Kawasan Mendale menjadi prioritas awal dari 115 destinasi wisata di sekitar Danau Lut Tawar yang terdampak bencana. Material lumpur dan bebatuan yang turun dari kawasan perbukitan sempat menutup sejumlah akses, merusak fasilitas, serta menghentikan kegiatan usaha masyarakat di sekitar destinasi tersebut.
swipe

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, mempercepat revitalisasi kawasan wisata Mendale di tepi Danau Lut Tawar, Kecamatan Kebayakan. Pekerjaan yang telah mencapai 30 persen tersebut ditargetkan selesai sebelum Desember 2026 agar aktivitas wisata dan perekonomian masyarakat dapat semakin pulih menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2027.

Kawasan Mendale menjadi prioritas awal dari 115 destinasi wisata di sekitar Danau Lut Tawar yang terdampak bencana. Material lumpur dan bebatuan yang turun dari kawasan perbukitan sempat menutup sejumlah akses, merusak fasilitas, serta menghentikan kegiatan usaha masyarakat di sekitar destinasi tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Aceh Tengah Erwin Pratama mengatakan tingkat kerusakan di Mendale membutuhkan penanganan terpadu agar kawasan wisata itu dapat kembali berfungsi secara aman dan optimal.

“Kawasan Mendale merupakan salah satu kawasan yang terdampak cukup parah. Material bebatuan dan lumpur turun dari sejumlah bagian gunung. Saat ini, beberapa titik sudah mulai direvitalisasi,” kata Erwin saat meninjau lokasi bersama Tim Satgas PRR, Minggu (16/8/2026).

Penanganan kawasan Mendale meliputi pembersihan material lumpur, pembangunan tanggul pengaman, dan penataan jalur pedestrian. Proyek revitalisasi tersebut didukung anggaran Kementerian Pekerjaan Umum sekitar Rp5 miliar.

“Alhamdulillah, pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah berdasarkan data yang kami sampaikan. Hari ini dapat kita lihat beberapa akses sudah mulai diperbaiki,” ujar Erwin.

Pemerintah daerah menargetkan revitalisasi kawasan Mendale dapat selesai sepenuhnya sebelum Desember. Percepatan tersebut diharapkan mengembalikan kenyamanan wisatawan sekaligus membuka peluang pemulihan pendapatan pedagang dan pelaku usaha yang menggantungkan penghidupan dari pariwisata Danau Lut Tawar.

“Kami berharap kunjungan wisatawan pada libur akhir tahun kembali meningkat sehingga dapat membantu pertumbuhan perekonomian masyarakat sekitar dan Aceh Tengah secara umum,” kata Erwin.

Pemulihan ekonomi di Mendale kini mulai terlihat, tetapi belum berlangsung sepenuhnya. Syaifullah (51), kepala desa di Kecamatan Kebayakan, mengatakan wisatawan telah berangsur kembali berkunjung. Namun, dari 32 kios yang terdampak dan sempat berhenti beroperasi, baru empat kios yang kembali buka. Sejumlah ruas Jalan Lingkar Danau Lut Tawar juga masih membutuhkan penanganan akibat tertimbun longsor.

Untuk memperkuat keberlanjutan pemulihan, Pemkab Aceh Tengah mengidentifikasi kebutuhan penanganan lanjutan berupa penguatan tebing rawan longsor dan pembangunan saluran pengendali air. Infrastruktur tersebut diperlukan untuk mencegah limpasan air kembali membawa material ke jalan dan kawasan wisata. 

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendukung percepatan tersebut melalui penguatan koordinasi antara pemerintah kabupaten, Pemerintah Provinsi Aceh, dan kementerian terkait. Perwakilan Tim Satgas PRR Aceh dari Kementerian Dalam Negeri, Imran, menegaskan kolaborasi lintas sektor diperlukan agar penanganan akses, tebing, saluran air, dan fasilitas wisata dapat dilaksanakan secara terpadu.

img
Tim copywriter
Reporter
img
Tim copywriter
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan