Arab Saudi mengumumkan rencana pembentukan koalisi pertahanan maritim multinasional guna melindungi Laut Merah, jalur pelayaran internasional sekaligus rute distribusi energi dunia. Langkah tersebut diambil setelah serangan Houthi mengganggu aktivitas pelayaran di kawasan Laut Merah.
Rencana pembentukan koalisi diumumkan Kementerian Pertahanan Arab Saudi pada Kamis (30/7). Riyadh mengusulkan diri sebagai negara pendiri sekaligus pemimpin koalisi, yang markas besarnya juga akan ditempatkan di Arab Saudi, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (31/7)
Koalisi yang diusulkan bertujuan memperkuat keamanan maritim, menjaga kebebasan navigasi, mengamankan jalur perdagangan internasional dan pasokan energi, serta melindungi kepentingan bersama di Selat Bab el-Mandeb dan Teluk Aden.
Sebanyak 14 negara menyatakan dukungan terhadap pembentukan koalisi tersebut melalui pernyataan bersama. Negara-negara itu antara lain Turkiye, Pakistan, Mesir, Sudan, dan Djibouti. Namun, dua negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), yakni Oman dan Uni Emirat Arab, tidak tercantum dalam daftar negara pendukung.
Pengumuman tersebut disampaikan sehari setelah dua sumber yang mengetahui pembahasan itu mengatakan kepada Reuters bahwa Arab Saudi tengah mengupayakan pembentukan koalisi internasional untuk melindungi pelayaran di Laut Merah dari serangan Houthi.
Ketegangan di Laut Merah meningkat sejak kelompok Houthi yang didukung Iran mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi pada 20 Juli lalu. Sejak saat itu, Houthi mengklaim telah melancarkan sejumlah serangan terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Arab Saudi.
Sebagai respons, Arab Saudi melancarkan serangan udara ke sejumlah fasilitas militer Houthi di Hodeidah, Yaman. Riyadh menilai fasilitas tersebut digunakan untuk mengancam kapal-kapal komersial yang melintasi kawasan tersebut.
Ketegangan di Laut Merah menjadi bagian dari meluasnya konflik yang melibatkan Iran di kawasan Timur Tengah. Serangan terhadap kapal dagang tidak lagi terbatas di kawasan Teluk, tetapi juga berdampak pada jalur pelayaran Laut Merah sehingga mendorong kenaikan harga minyak dunia.
Selat Bab el-Mandeb yang menghubungkan Laut Merah bagian selatan dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. Jalur ini menjadi lintasan utama perdagangan internasional serta distribusi minyak dan energi global.