close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi AS vs China/ Shutterstock
icon caption
Ilustrasi AS vs China/ Shutterstock
Peristiwa
Senin, 22 Juni 2026 17:20

China batasi ekspor ke 10 perusahaan AS, balas langkah Pentagon

China membalas AS dengan membatasi ekspor barang strategis ke 10 perusahaan Amerika setelah Pentagon menyasar Alibaba, Baidu, dan BYD.
swipe

Pemerintah China memberlakukan pembatasan terhadap 10 perusahaan Amerika Serikat (AS) sebagai respons atas langkah Pentagon yang memasukkan sejumlah perusahaan teknologi China ke dalam daftar entitas yang diduga memiliki hubungan dengan militer Beijing.

Kementerian Perdagangan China pada Senin (22/6) mengumumkan penambahan 10 perusahaan AS ke dalam daftar kontrol ekspor nasional. Kebijakan tersebut membuat perusahaan-perusahaan China dilarang mengekspor barang dwiguna atau dual-use kepada entitas yang masuk dalam daftar tersebut. Barang dwiguna sendiri merupakan produk yang dapat digunakan untuk kepentingan sipil maupun militer.

Dalam pernyataannya, Kementerian Perdagangan China menyebut langkah tersebut diambil untuk melindungi keamanan nasional serta memenuhi kewajiban internasional, termasuk terkait upaya non-proliferasi.

Melansir dari Anadolu Ajansi, Senin (22/6) Sepuluh perusahaan yang masuk daftar pembatasan ekspor tersebut antara lain Aveox Inc, Red Cat Holdings Inc, Teal Drones Inc, IMSAR, Jaia Robotics Inc, Ball Aerospace & Technologies Corp, Oshkosh Defense, L3Harris Maritime Services Inc, MP Materials Corp, dan USA Rare Earth Inc.

Tidak hanya perusahaan China, organisasi maupun individu dari negara atau wilayah lain juga dilarang mentransfer atau menyediakan barang-barang yang berasal dari China kepada perusahaan-perusahaan tersebut.

Langkah Beijing ini muncul setelah Pentagon pada awal Juni memperbarui daftar Section 1260H yang berisi perusahaan-perusahaan yang dianggap membantu modernisasi militer China.

Dalam pembaruan tersebut, Departemen Pertahanan AS memasukkan sejumlah perusahaan teknologi besar China ke dalam daftar, termasuk Alibaba Group, Baidu, dan produsen kendaraan listrik BYD.

Selain membatasi ekspor, pemerintah China juga mengambil langkah lain melalui sektor pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Kementerian Keuangan China pada hari yang sama mengeluarkan aturan yang melarang instansi pemerintah membeli produk dari 46 perusahaan AS yang masuk dalam daftar pembatasan pengadaan.

Beberapa perusahaan yang terdampak kebijakan tersebut antara lain Lockheed Martin Corporation dan Raytheon Missiles & Defense, dua perusahaan pertahanan terbesar di Amerika Serikat.

Kebijakan terbaru ini menambah panjang daftar langkah balasan yang saling dilakukan Beijing dan Washington di tengah persaingan teknologi, perdagangan, dan keamanan yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan