Ketua Satgas PRR meninjau Huntara, sekolah darurat, dan normalisasi sungai demi pemulihan pascabencana Sumatera.
Negara tidak hanya hadir dari balik meja. Pesan itu mengemuka dari rangkaian kunjungan kerja Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRR) Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, yang turun langsung ke wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sepanjang pekan ini.
Di Aceh, Tito melakukan kunjungan kerja pada Rabu hingga Jumat (21–23/1). Mengutip laman resmi Pemerintah Aceh, ia bahkan menempuh perjalanan menggunakan perahu untuk menjangkau wilayah yang masih terisolasi di Aceh Utara. Dalam kunjungan tersebut, Tito meninjau posko pengungsian di Desa Bukit Linteung dan Lubuk Pusaka, serta melihat langsung kondisi hunian sementara (Huntara) di Kabupaten Pidie Jaya dan Desa Ramah Rayeuk.
Tak sekadar meninjau, Tito juga makan siang bersama warga di tenda pengungsian Desa Bandar Pusaka, Dusun Seulemak. Ia duduk dan berbincang langsung dengan warga yang tengah berjuang memulai kembali kehidupan mereka pascabencana.
Wakil Gubernur Aceh, Fadlullah, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat dalam penanganan bencana di Aceh. Menurutnya, kehadiran langsung Tito Karnavian beserta jajaran menjadi bukti nyata komitmen pemerintah pusat, baik dalam penanganan darurat, penyaluran bantuan, maupun percepatan penyediaan hunian sementara.
Dari Aceh, kunjungan kerja berlanjut ke Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Di daerah ini, Tito meninjau sekolah darurat SDN 155678 Huta Nabolon 2, Kecamatan Tukka. Di bawah tenda sekolah darurat, ia menyaksikan langsung aktivitas belajar-mengajar yang tetap berjalan di tengah keterbatasan fasilitas akibat bencana.