close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Pembangunan jembatan Krueng Pelang di Desa adi, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh. dok. Satgas PRR
icon caption
Pembangunan jembatan Krueng Pelang di Desa adi, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh. dok. Satgas PRR
Peristiwa
Minggu, 18 Oktober 2026 21:37

Jembatan Krueng Pelang capai 60%, jalur logistik ditargetkan pulih November

Jembatan sepanjang 55 meter dan lebar 9,9 meter tersebut dibangun dengan anggaran Rp56 miliar yang bersumber dari APBN. Konstruksinya dirancang mampu menahan kendaraan dengan beban lebih dari 30 ton sehingga dapat mendukung pergerakan angkutan logistik dan hasil pertanian.
swipe

Pembangunan Jembatan Krueng Pelang di Desa Mulie Jadi, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, terus dipercepat. Progres fisik telah mencapai 60 persen dan jembatan ditargetkan mulai berfungsi pada November 2026 untuk memulihkan mobilitas masyarakat serta arus logistik antardaerah.

Jembatan sepanjang 55 meter dan lebar 9,9 meter tersebut dibangun dengan anggaran Rp56 miliar yang bersumber dari APBN. Konstruksinya dirancang mampu menahan kendaraan dengan beban lebih dari 30 ton sehingga dapat mendukung pergerakan angkutan logistik dan hasil pertanian.

Pejabat Pembuat Komitmen 3.2 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh Chandra Irawan mengatakan pekerjaan struktur baja telah memasuki tahap akhir. Dari 11 segmen yang direncanakan, sembilan segmen telah terpasang dan tersisa dua segmen sebelum pekerjaan dilanjutkan dengan pengecoran lantai jembatan.

“Target, insyaallah, November bisa kami tuntaskan dan jembatan ini bisa fungsional,” kata Chandra saat meninjau lokasi Jembatan Krueng Pelang, Sabtu (17/10/2026).

Selain menyelesaikan struktur utama, pelaksana mempercepat pekerjaan river training atau pengarah dan pengaman aliran sungai. Progres pekerjaan pada empat sisi di bagian hulu dan hilir jembatan tersebut telah mencapai sekitar 30 persen.

Pengamanan aliran sungai dibangun untuk mengurangi risiko gerusan pada struktur bawah jembatan ketika debit air meningkat. Pekerjaan ini menjadi bagian penting untuk memperkuat ketahanan konstruksi, terutama saat Aceh Tengah memasuki periode curah hujan tinggi.

Percepatan juga dilakukan dengan menjaga ketersediaan bahan bakar untuk alat berat serta memastikan pasokan semen dan material alam tidak terputus. Sekitar 70 pekerja dikerahkan melalui sistem kerja bergilir agar pekerjaan dapat berlangsung lebih panjang setiap hari.

“Alhamdulillah, kelangkaan semen, material alam, dan BBM untuk pelaksanaan pekerjaan Jembatan Pelang sudah kami mitigasi sejak awal. Jumlah pekerja juga ditambah menjadi sekitar 70 orang,” ujar Chandra.

Jembatan Krueng Pelang merupakan penghubung penting antara Kecamatan Silih Nara dan Rusip Antara. Jalur tersebut menopang pergerakan masyarakat dan distribusi logistik yang menghubungkan Aceh Tengah dengan Nagan Raya hingga Pidie sehingga penyelesaiannya akan memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi kawasan.

Wakil Kepala Perencanaan dan Pengendalian Analisis dan Evaluasi Satgas PRR Imran mengapresiasi kemajuan pekerjaan tersebut. Ia mendorong pelaksana terus mengoptimalkan tenaga kerja, menyiagakan peralatan, dan menambah jam kerja untuk menjaga target penyelesaian di tengah potensi gangguan cuaca.

img
Tim copywriter
Reporter
img
Tim copywriter
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan