Kuba menyatakan kesiapan berdialog dengan AS, tetapi menolak pembahasan perubahan sistem pemerintahan dan negosiasi di bawah tekanan.
Pemerintah Kuba menyatakan kesiapan untuk melakukan dialog yang bermakna dengan Amerika Serikat (AS), namun menegaskan tidak akan membahas perubahan sistem pemerintahan atau konstitusi negara tersebut.
Wakil Menteri Luar Negeri Kuba Carlos Fernández de Cossío mengatakan, Kuba terbuka untuk berdialog, tetapi tidak dalam konteks membicarakan sistem politiknya.
“Kami tidak siap membahas sistem konstitusional kami, sebagaimana kami juga menganggap Amerika Serikat tidak siap membahas sistem konstitusional, sistem politik, dan realitas ekonominya sendiri,” kata De Cossío dilansir dari CNN, pada Kamis (6/2).
Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel menguatkan pernyataan tersebut dengan menegaskan bahwa dialog tidak dapat dilakukan di bawah tekanan.
“Dialog di bawah tekanan adalah sesuatu yang mustahil,” ujarnya.