Netanyahu dan Trump membahas kesepakatan Iran-AS. Israel menuntut pembatasan program nuklir dan produksi rudal Iran.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membahas perkembangan kesepakatan yang tengah dirancang antara Amerika Serikat dan Iran dalam percakapan telepon dengan Presiden AS Donald Trump.
Kantor Perdana Menteri Israel menyatakan kedua pemimpin membicarakan memorandum kesepahaman yang sedang disusun sebagai langkah awal menuju dimulainya negosiasi dengan Iran Kamis (11/6).
Dikutip dari Anadolu Ajansi, Jumat (12/6) menurut pernyataan tersebut, Netanyahu menyampaikan apresiasinya atas komitmen Trump bahwa kesepakatan akhir nantinya harus mencakup penghapusan material uranium yang telah diperkaya, pembongkaran infrastruktur pengayaan uranium, pembatasan produksi rudal, serta penghentian dukungan Iran terhadap kelompok-kelompok bersenjata yang menjadi sekutunya di kawasan.
“Meski Israel bukan pihak dalam memorandum kesepahaman tersebut, perdana menteri menyampaikan apresiasinya atas komitmen Presiden Trump bahwa kesepakatan akhir akan mencakup penghapusan material yang diperkaya, pembongkaran infrastruktur pengayaan, pembatasan produksi rudal, dan penghentian dukungan Iran terhadap proksi teroris di kawasan,” demikian pernyataan Kantor Perdana Menteri Israel.
Di sisi lain, Kantor Berita Fars melaporkan peluang persetujuan kesepakatan oleh otoritas tertinggi Iran dinilai cukup besar setelah Amerika Serikat disebut menerima rancangan teks yang diajukan Teheran.