Pemerintah Iran sebut terima sejumlah usulan dari negara-negara mediator untuk meredakan ketegangan dengan Amerika Serikat (AS). I menegaskan tetap berkomitmen menempuh jalur diplomasi sembari mempertahankan respons militernya.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan berbagai usulan tersebut saat ini masih dikaji pemerintah Iran. Menurutnya, para mediator terus berupaya mencegah konflik antara kedua negara semakin meluas.
"Kami telah menerima usulan-usulan tersebut melalui para mediator, tetapi kami belum akan membahas rinciannya pada tahap ini," kata Baqaei seperti dari Anadolu Ajansi, Senin (20/7).
Baqaei menegaskan diplomasi tetap berjalan seiring dengan langkah militer yang ditempuh Iran. Menurutnya, Kementerian Luar Negeri akan terus menjalankan upaya diplomatik, sementara angkatan bersenjata bertugas mempertahankan negara.
Ia juga menegaskan Iran dan Oman, akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjalankan kedaulatannya sekaligus mencegah ancaman keamanan di Selat Hormuz.
Dalam kesempatan yang sama, Baqaei membantah klaim Presiden AS Donald Trump yang menyebut Iran telah membebaskan seorang warga negara AS yang sebelumnya ditahan atas tuduhan spionase.
Menurut Baqaei, tidak ada warga negara dengan AS keterangan seperti yang disampaikan Trump yang dibebaskan dari penjara di Iran.
"Orang yang dimaksud bukanlah seorang tahanan dan tidak didakwa atas tuduhan spionase," katanya.