Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menyerang infrastruktur sipil Iran setiap kali ada kapal di Selat Hormuz yang terkena serangan.
Trump menegaskan Amerika Serikat akan membom satu jembatan atau pembangkit listrik di Iran setiap kali kapal yang melintasi Selat Hormuz diserang menggunakan rudal, roket, drone, atau senjata lainnya.
"Mulai saat ini, setiap kali Republik Islam Iran menembaki sebuah kapal di Selat Hormuz, baik dengan rudal, roket, drone, maupun senjata lainnya, Amerika Serikat akan membom dan menghancurkan satu jembatan atau pembangkit listrik, termasuk yang berada di dekat atau di Ibu Kota Teheran," tulis Trump di Truth Social dilansir dari Al-Jazeera, Kamis (23/7).
Sebelumnya, Trump memang pernah mengancam akan menyerang infrastruktur Iran, tetapi kali ini ia secara spesifik mengaitkan serangan itu dengan setiap insiden terhadap kapal di Selat Hormuz.
Menanggapi pernyataan tersebut, Kepala Pasukan Dirgantara Garda Revolusi Iran (IRGC), Majid Mousavi, mengatakan Iran akan membalas apabila pembangkit listrik atau jembatan di negaranya diserang. Menurutnya, negara-negara yang menampung pasukan Amerika Serikat juga akan terdampak.
"Jika jembatan dan pembangkit listrik kami diserang, maka pemadaman listrik di negara-negara sekutu dan tuan rumah para pembunuh anak-anak adalah sesuatu yang pasti," kata Mousavi.
Selain itu, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf menegaskan situasi di Selat Hormuz tidak akan kembali seperti sebelum perang.
Ia juga memperingatkan bahwa jika Iran tidak dapat menjual minyaknya, negara-negara lain di timur tengah juga tidak akan dapat mengekspor minyak dengan aman.