close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi. Foto: Pixabay
icon caption
Ilustrasi. Foto: Pixabay
Peristiwa
Selasa, 14 Juli 2026 16:00

Iran klaim serang fasilitas militer AS di Bahrain dan radar Oman

Iran mengklaim menyerang fasilitas militer AS di Bahrain dan radar Oman serta menegaskan Selat Hormuz tetap ditutup.
swipe

Iran mengklaim telah melancarkan serangan terhadap fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di Bahrain serta sistem radar di Oman di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara di kawasan Teluk.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga menegaskan Selat Hormuz akan tetap ditutup bagi lalu lintas maritim hingga Amerika Serikat menghentikan campur tangan militernya di jalur pelayaran strategis tersebut.

Dilansir dari Anadolu Ajansi, Selasa (14/7), stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, melaporkan bahwa Angkatan Laut IRGC melancarkan serangan rudal dan drone yang menargetkan infrastruktur militer AS di Juffair, Bahrain, serta sistem radar pengawasan udara jarak jauh dan pengawasan maritim di Oman.

Tak lama setelah pengumuman tersebut, Kementerian Dalam Negeri Bahrain menyatakan sirene serangan udara kembali berbunyi di seluruh wilayah negara itu. Otoritas setempat mengimbau warga dan penduduk agar tetap tenang serta segera menuju lokasi perlindungan terdekat.

Dalam pernyataannya, IRGC menegaskan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada langkah Amerika Serikat menghentikan operasi militernya di kawasan tersebut.

"Satu-satunya cara untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi lalu lintas maritim adalah dengan mengakhiri campur tangan militer AS di jalur perairan strategis tersebut dan menghormati kedaulatan negara-negara pesisir," demikian pernyataan Angkatan Laut IRGC yang dikutip IRIB.

IRGC juga memperingatkan bahwa aktivitas militer AS yang terus berlanjut di Selat Hormuz dapat memicu eskalasi yang lebih luas.

"Aktivitas militer AS yang berkelanjutan di Selat Hormuz akan menyebabkan insiden yang lebih besar yang memengaruhi sektor minyak dan gas global," lanjut pernyataan tersebut.

Klaim terbaru ini muncul di tengah meningkatnya baku tembak antara Iran dan Amerika Serikat setelah serangkaian serangan terhadap kapal-kapal dagang di Selat Hormuz.

Sebelumnya, pada Minggu (12/7), IRGC mengumumkan penutupan Selat Hormuz bagi seluruh lalu lintas maritim "sampai pemberitahuan lebih lanjut."

Bulan lalu, Iran dan Amerika Serikat sempat menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik militer dan membuka jalan menuju kesepakatan damai yang lebih permanen.

Namun, menyusul meningkatnya kembali ketegangan dalam beberapa hari terakhir, Presiden AS Donald Trump menyatakan nota kesepahaman tersebut telah berakhir.

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan