Satgas PRR meresmikan 1.300 hunian sementara di Tapanuli Selatan dan tujuh kabupaten lain di Sumatera untuk mempercepat pemulihan pascabencana.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, meresmikan 200 unit hunian sementara (Huntara) yang dibangun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Danantara di Simarpinggan, Angkola Selatan, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Kamis (5/2).
Peresmian Huntara di Simarpinggan ini dilakukan bersamaan secara virtual dengan peresmian di delapan kabupaten yang terdampak bencana di Sumatera. Di Tapanuli Selatan tercatat 250 unit. Kemudian, Tapanuli Tengah sebanyak 112 unit, dan Tapanuli Utara 40 unit. Selanjutnya Aceh Tamiang 58 unit, Aceh Timur 308 unit, Aceh Utara 84 unit, Pidie Jaya 410 unit, serta Tanah Datar 38 unit. Dengan demikian, total unit yang diresmikan secara serempak sebanyak 1.300 unit.
Tito mengatakan pembangunan Huntara di Simarpinggan, Tapanuli Selatan, merupakan upaya strategis pemerintah dalam mempercepat pemindahan pengungsi bencana ke hunian yang lebih layak sembari menanti penyelesaian pembangunan hunian tetap (Huntap). Ia menegaskan pemerintah pada dasarnya tidak ingin pengungsi tinggal terlalu lama di tenda pengungsian.
Oleh karena itu, Tito mengatakan pembangunan Huntara terus dikebut di tiga provinsi terdampak bencana Sumatera. Ia mengatakan mulai dari Presiden Prabowo, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, hingga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, bergantian meresmikan Huntara di tiga wilayah terdampak bencana Sumatera.
“Ini kesekian kali yang kita lakukan untuk menunjukkan kehadiran negara,” kata Tito kepada wartawan di Simarpinggan, Angkola Selatan, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Kamis (5/2).