Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menyerahkan bantuan logistik kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan di kompleks hunian sementara (Huntara) Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Kamis (5/2/2026).
Bantuan yang diserahkan meliputi 200 paket kasur lipat, 200 paket sembako, 26 paket kompor, 2.880 paket sampo, 72 paket pasta gigi, 120 paket sikat gigi, 168 paket gayung, 200 paket selimut, 200 paket matras, serta 200 paket handuk. Bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi selama tinggal di Huntara.
Selain bantuan logistik, Tito bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Yudha Fitri, serta Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu, juga menyerahkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada korban bencana.
Tito menjelaskan, DTH diberikan kepada warga terdampak bencana yang rumahnya rusak, namun tidak tinggal di Huntara dan memilih menyewa tempat tinggal atau menumpang di rumah sanak saudara. Bantuan DTH sebesar Rp600.000 per bulan tersebut dicairkan sekaligus untuk tiga bulan, dengan total Rp1,8 juta.
Menurut Tito, pembangunan Huntara dan penyaluran DTH merupakan bagian dari skema bantuan pemerintah untuk mengurangi jumlah pengungsi yang masih bertahan di tenda darurat. Ia mengapresiasi respons cepat BNPB serta Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam penyelesaian pembangunan Huntara.
“Ini sudah kami lakukan penyerahan. Di samping itu ada bantuan-bantuan yang lain, terutama pangan bagi yang terdampak. Dengan demikian nanti setelah Huntara kita bangun lengkap dan masyarakat bisa kembali mendapatkan yang layak, tidak tinggal di tenda,” kata Tito usai meresmikan Huntara di Simarpinggan.
Lebih lanjut, Tito meminta kementerian dan lembaga yang tergabung dalam Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera untuk mempercepat seluruh skema pemulihan bencana, termasuk pendataan penerima bantuan rumah dan berbagai bantuan lainnya.
Ia menegaskan tidak ingin progres pemulihan daerah terdampak bencana yang telah dicapai terhambat akibat lambannya pendataan oleh pemerintah daerah. Saat ini, dari total 52 kabupaten/kota terdampak bencana di tiga provinsi di Sumatera, sebanyak 27 daerah telah kembali normal, 15 daerah mendekati normal, dan 10 daerah masih memerlukan perhatian khusus.
“Artinya, kerja keras kita dengan kekuatan nasional itu mampu diubah dalam waktu dua bulan. Dari 52 daerah terdampak, sekarang sudah normal total 27, kemudian mendekati normal 15, dan yang perlu atensi 10,” ujar Tito.
Sebagai informasi, kunjungan Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian ke Tapanuli Selatan merupakan bagian dari agenda peresmian 1.300 Huntara secara serentak di delapan daerah terdampak bencana di Sumatera.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Padang Sidempuan Harry Pahlevi Harahap serta jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan.