Singapura dan AS kembangkan pelatihan keselamatan nuklir untuk perkuat kapasitas regulasi, seiring kajian penggunaan energi nuklir.
Pemerintah Singapura bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk mengembangkan program pelatihan keselamatan nuklir guna memperkuat kemampuan regulasi dan teknis di bidang tersebut.
Melansir Channel Asia News, Senin (20/4), Badan Lingkungan Nasional Singapura atau National Environment Agency (NEA) menyebut program ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman serta kapasitas dalam pengawasan nuklir, khususnya bagi divisi keselamatan nuklir yang baru dibentuk.
Kesepakatan tersebut merupakan bagian dari perjanjian kerja sama dengan Komisi Regulasi Nuklir Amerika Serikat atau Nuclear Regulatory Commission (NRC) terkait pengembangan keterampilan regulasi nuklir.
Nota kesepahaman itu ditandatangani pada 17 April 2026 dalam pertemuan Convention on Nuclear Safety Review yang digelar oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di Wina, Austria.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Grup Perlindungan Radiasi dan Ilmu Nuklir NEA, Ang Kok Kiat, bersama Direktur Kantor Program Internasional NRC, David Skeen.