Pemerintah Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, mempercepat pemulihan pascabencana melalui pemanfaatan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026. Sejumlah sektor yang ditangani diantaranya jaringan irigasi untuk sekitar 200 hektare sawah, jalan lingkungan sepanjang 1,3 kilometer, serta Kantor Kelurahan Sitamiang Baru agar kegiatan ekonomi dan pelayanan masyarakat kembali berjalan lebih baik.
Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe mengatakan dukungan anggaran pemerintah pusat diarahkan untuk menjawab kebutuhan prioritas daerah. Pemko Padangsidimpuan mengelola tambahan TKD sekitar Rp111 miliar untuk sejumlah sektor, termasuk pekerjaan umum, perumahan dan permukiman, pendidikan, serta kesehatan.
“Melalui TKD Tambahan, Pemko Padangsidimpuan mengarahkan anggaran ke sejumlah sektor prioritas agar pemulihan berjalan sesuai kebutuhan dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” ujar Letnan.
Pada sektor pertanian, pemulihan dilakukan melalui rehabilitasi bendung dan jaringan irigasi Daerah Irigasi Sabungan Julu senilai Rp889,98 juta. Pekerjaan mencakup pembangunan bendung baru dan sayap bendung, normalisasi saluran, serta perbaikan dinding saluran untuk mengembalikan distribusi air ke persawahan warga.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Padangsidimpuan Arif Budiman menjelaskan bendung rusak setelah dua kali banjir besar menerjang Sungai Aek Sibontar pada 2025. Petani sempat bergotong royong menyusun karung berisi pasir sebagai bendungan darurat agar sebagian air tetap mengalir ke sawah. Penanganan permanen kini berlangsung sejak 9 Oktober 2026 dan ditargetkan selesai sebelum masa kontrak berakhir pada Desember.
“Pembangunan sayap bendung dan perbaikan saluran diharapkan mampu mengarahkan aliran air sekaligus menjaga agar distribusi pengairan kembali optimal,” kata Arif. Kepastian pasokan air tersebut menjadi harapan petani agar dapat melanjutkan musim tanam tanpa terus bergantung pada bendungan darurat.
Pemulihan akses warga juga berjalan di Jalan Tandang Mulia Harahap, Kompleks Sidimpuan Baru, Kelurahan Silandit, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan. Rehabilitasi senilai Rp1,96 miliar mencakup sekitar 1.300 meter jalan yang tersebar di 14 titik, dengan pekerjaan lapisan fondasi dan pengaspalan hotmix. Pekerjaan dimulai pada awal Oktober dan ditargetkan selesai pada 12 Desember 2026.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kota Padangsidimpuan Addi Mawardi Harahap mengatakan pekerjaan tersebut merupakan satu dari delapan lokasi penanganan infrastruktur di bawah Bidang Bina Marga yang didukung tambahan TKD, dengan total anggaran sekitar Rp7 miliar. Meski hujan menjadi kendala mobilisasi material, pelaksanaan tetap diarahkan untuk memenuhi jadwal penyelesaian.
Bagi warga Kompleks Sidimpuan Baru, perbaikan jalan menjawab persoalan kerusakan dan genangan yang telah berlangsung bertahun-tahun. Warga setempat, Muhammad Irfan Siregar, menyampaikan genangan saat hujan deras dapat mencapai mata kaki, bahkan sepeda motor tidak dapat melintas ketika terjadi banjir besar. Ia berharap perbaikan memberikan manfaat jangka panjang dan mengajak masyarakat ikut menjaga jalan serta lingkungan.
Selain akses dan pengairan, pemulihan pelayanan publik dilakukan melalui rehabilitasi Kantor Kelurahan Sitamiang Baru senilai Rp397,5 juta. Bangunan itu diperbaiki melalui pembenahan bangunan, penggantian rangka atap, dan pembangunan struktur penahan tebing untuk mengurangi risiko kerusakan berulang. Pekerjaan berlangsung sejak 5 Oktober dan ditargetkan selesai pada 23 Desember 2026.
Selama kantor belum layak digunakan, pelayanan sempat berpindah ke rumah staf sebelum menempati bangunan puskesmas pembantu di dekat lokasi.
“Kami berharap rehabilitasi ini segera mengembalikan pelayanan ke kantor kelurahan sehingga masyarakat dapat mengurus administrasi dengan lebih nyaman dan mudah,” kata Lurah Sitamiang Baru Irwansyah Efendi Harahap.