Ketua Satgas PRR Tito Karnavian mengapresiasi penataan ulang kawasan banjir di Tapanuli Tengah yang dinilai aman, berkelanjutan, dan berpotensi jadi model nasional.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, mengapresiasi konsep penataan ulang kawasan terdampak banjir di Kelurahan Huta Nabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah. Menurutnya, konsep tersebut merupakan langkah yang sangat baik dan berpotensi menjadi model penataan kawasan pascabencana di Indonesia.
Kawasan tersebut sebelumnya terdampak banjir besar yang membawa lumpur serta material kayu, sehingga menyebabkan kerusakan berat pada permukiman warga. Sejumlah rumah hancur, kawasan tertutup lumpur, dan tumpukan material masih terlihat di beberapa titik.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, dengan dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan pemerintah pusat, tengah melakukan normalisasi sungai melalui pengerukan alur sungai. Material hasil pengerukan dimanfaatkan sebagai tanggul di sisi kiri dan kanan sungai untuk mengurangi risiko banjir ke depan.
Tito menegaskan, penataan kawasan tidak berhenti pada pemulihan fisik semata, melainkan diarahkan untuk membangun pola ruang baru yang lebih aman, tertata, dan berkelanjutan. Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah mengubah orientasi permukiman yang sebelumnya membelakangi sungai menjadi menghadap ke sungai.
“Ini ide yang sangat baik. Sungai bukan lagi menjadi tempat buangan, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik, tempat rekreasi, dan ruang hidup warga. Jika berhasil, ini bisa menjadi model penataan kawasan di Indonesia,” ujar Tito, Sabtu (24/1).