sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Air Asia masih rugi Rp93,7 miliar di kuartal I-2019

Air Asia masih mengalami rugi meskipun mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba pada awal 2019.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 24 Jun 2019 19:24 WIB
Air Asia masih rugi Rp93,7 miliar di kuartal I-2019
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 506.302
Dirawat 64.878
Meninggal 16.111
Sembuh 425.313

PT Air Asia Indonesia Tbk. (CMPP) masih mencatat kerugian sebesar Rp93,7 miliar pada kuartal I-2019. Kerugian ini turun dari kuartal I-2018 sebesar Rp218,6 miliar.

Kendati demikian, maskapai berbiaya murah (low cost carrier/LCC) mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba yang positif. Air Asia meraup pendapatan bersih Rp 1,332 triliun miliar pada kuartal I-2019. Pendapatan ini naik 58% dari kuartal I-2018 sebesar Rp 843,836 miliar.

Direktur Utama Air Asia Dendy Kurniawan mengatakan, pada kuartal I-2019 Air Asia juga memperoleh EBITDA sebesar Rp79,39 miliar. 

"Kita memang masih mengalami kerugian. Tapi jika dibandingkan dengan tahun lalu kerugian kita turun. Ada perbaikan," ujar Dendy dalam paparan publik di Jakarta, Senin (24/3).

Ia menjelaskan, sepanjang 2018, Air Asia menemukan tiga tantangan eksternal yang kemudian berdampak pada kelancaran usaha. Ketiga hal tersebut yakni nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terus melemah, kenaikan harga bahan bakar avtur, serta bencana alam yang mengakibatkan permintaan menurun.

Kendati demikian, Dendy mengatakan, pada pertengahan tahun ini tiga kondisi di atas sudah tidak terjadi. Sehingga, Air Asia bisa meningkatkan pertumbuhan positif.

"Semoga harga rupiah terus menguat, harga avtur juga dapat turun, dan bencana alam tidak terjadi lagi di sisa kuartal," tuturnya.

Penambahan pesawat baru

Sponsored

Di sisi lain, ia mengatakan, saat ini Air Asia akan menambah lima pesawat dengan tipe Airbus A320. Dengan demikian, jumlah pesawat Air Asia yang beroperasi menjadi 29 pesawat pada 2019.

Dari lima pesawat tambahan yang akan beroperasi, kata Dendy, satu sudah beroperasi lebih dulu untuk membantu pengembangan rute penerbangan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

"Dari lima pesawat, satu unit sudah masuk kemarin, untuk kami operasikan di rute Lombok-Kuala Lumpur dan Lambok-Perth," ujarnya. 

Dendy menjelaskan penambahan lima pesawat  baru tersebut tidak terlalu banyak menyedot belanja modal perusahaan. Pasalnya, kelima pesawat tersebut dioperasikan dengan sistem sewa dengan opsi membeli (lease with option to purchase).

Untuk diketahui, Air Asia membuka lima rute baru untuk penerbangan domestik. Kelima rute tersebut yakni Jakarta-Lombok (11 kali seminggu), Yogyakarta Kulonprogo-Lombok (tiga kali seminggu), Bali-Lombok (tujuh kali seminggu), Bali-Labuan Bajo (tujuh kali seminggu), dan Surabaya-Kertajati (tiga kali seminggu).

Berita Lainnya