sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Coronavirus, AP II prediksi jumlah penumpang internasional turun 9%

Terjadi penurunan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat yang sangat signifikan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Senin, 09 Mar 2020 17:35 WIB
Coronavirus, AP II prediksi jumlah penumpang internasional turun 9%
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 76981
Dirawat 36636
Meninggal 3656
Sembuh 36689

Perusahaan pengelola bandara PT Angkasa Pura II (Persero) mengakui adanya penurunan penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) setelah merebaknya coronavirus jenis baru (Covid-19).

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengungkapkan pada Januari, terjadi pertumbuhan pergerakan pesawat dan penumpang masing-masing 3%. Namun, pada Februari hingga Maret 2020 seluruhnya turun.

"Kami lihat dampaknya pada Februari dan Maret 2020 pergerakan pesawat turun 6% dan penumpang turun sekitar 4%-5%," kata Awaluddin di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (9/3).

Menurut Awaluddin, dampak penyebaran coronavirus terhadap industri penerbangan nasional pertama terjadi pada 22 Januari 2020 saat kota Wuhan di Provinsi Hubei, China diisolasi. Selanjutnya, penurunan kembali menguat per 5 Februari 2020 pukul 00.00 dengan adanya pemberhentian penerbangan operasional sementara dari dan ke daratan China hingga hari ini.

Kemudian, dilanjutkan pada 27 Februari 2020 pemerintah Arab Saudi menghentikan sementara warga asing yang akan umrah dan melakukan perjalanan wisata.

"Bulan Maret terdampak cukup besar, ada kemungkinan total penerbangan terdampak mendekati angka 1.110 penerbangan. Ini juga akan berdampak signifikan terhadap penurunan jumlah penumpang internasional yang kami perkirakan pada Maret sekitar 9%," tambah Awaluddin.

Apalagi, kata Awaluddin, Bandara Soekarno Hatta merupakan bandara terbesar di Indonesia dengan komposisi penerbangan domestik sebesar 75% dan penerbangan internasional 25%. Sementara jumlah penumpang setiap hari mencapai 200.000 orang dengan pergerakan pesawat hampir 1.200 penerbangan.

Lebih lanjut, Awaluddin mengatakan hal tersebut otomatis akan menggerus pendapatan aero perusahaan pelat merah ini. 

Sponsored

"Memang ini belum dihitung secara besaran. Maka kami mau hitung dampak turunannya, misalnya dari pendapatan tenant, kargo, dan aspek lain yang akan dikalkulasi. Tapi kami akan cari alternatif revenue lewat non-aero business kita," ungkap Awaluddin.

Pemeriksaan suhu tubuh

Di sisi lain, AP II juga sudah melakukan pemeriksaan bagi penumpang internasional yang masuk melalui Bandara Soetta yaitu melalui thermal scanner dan thermal gun. Awaluddin menjelaskan pihaknya sudah memasang scanner statis di empat kamera di kedatangan internasional.

"Kami juga menambah fasilitas thermal scanner mobile khusus untuk jalur khusus dari empat negara yang memang perlu pengawasan secara ketat yaitu China, Italia, Iran, dan Korea Selatan," ungkapnya.

Menurut dia, memang penerbangan dari Iran, Italia, dan Korea Selatan masih dibuka. Beberapa maskapai nasional seperti Garuda Indonesia masih terbang dari Korea Selatan ke Indonesia dan sebaliknya. Selain itu, maskapai Korsel seperti Asiana juga masih beroperasi di rute ke Indonesia.

“Yang kami antisipasi penumpang dan krunya. Mereka harus memegang health certificate dari otoritas kesehatan titik berangkat. Mereka juga wajib mengisi health alert card di sini sebagai bagian dari kartu kewaspadaan dan dimonitor oleh Kemenkes melalui kantor kesehatan pelabuhan," ungkap Awaluddin. (Ant)

Berita Lainnya