sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Miliki saham Hermina, Astra disebut tertarik pada industri jasa kesehatan

Hermina telah menjadi existing player dalam hal healthcare, sedangkan Astra berencana mengembangkan bisnis di bidang kesehatan.

Erlinda Puspita Wardani
Erlinda Puspita Wardani Selasa, 21 Jun 2022 18:31 WIB
Miliki saham Hermina, Astra disebut tertarik pada industri jasa kesehatan

Grup Astra melalui PT Astra International Tbk. (ASII) mengakumulasi pembelian saham PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) dengan pembelian sebesar 0,51% pada Jumat (17/6). Pembelian saham tersebut dilakukan secara bertahap direntang harga Rp1.362 hingga Rp1.375 per saham.

Dengan begitu, kepemilikan saham Astra International di PT Medikaloka Hermina Tbk. sebanyak 809,54 juta saham atau setara dengan 5,43%.  Status ASII adalah pemegang saham HEAL secara langsung.

Direktur Keuangan dan Pengembangan Strategis Medikaloka Hermina Aristo Setiawidjaja menyampaikan, investasi yang dilakukan ASII kepada perseroan membuktikan bahwa perubahan dan growth yang dilakukan Hermina mampu membuat Group Astra memercayainya.

"Astra perusahaan yang sangat kredibel di Indonesia. Astra sendiri memiliki saham minoritas di perusahaan kami, tentu ke depan akan banyak hal yang bisa di explore bersama untuk mengembangkan outcare ecosystem," jelas Aristo dalam keterangannya yang dipantau online, Selasa (21/6).

Aristo menambahkan, Astra dan Hermina sangat antusias dengan peluang jasa kesehatan di Indonesia. Keduanya akan bersinergi pada online to offline (OtoO). Diketahui, saat ini Hermina telah menjadi existing player dalam hal healthcare, sedangkan Astra berencana mengembangkan bisnis di bidang kesehatan, sehingga keduanya akan berpartner mengembangkan ekosistem tersebut.

"Ekosistem ini bisa melalui klinik, bisa juga digital," ujar Aristo menambahkan.

Sebagai upaya ekspansi perusahaan, Aristo menyampaikan untuk tren ekspansi menuju kuartal II-2022. Saat ini Hermina telah membuka satu rumah sakit di Jawa Barat, sedang membangun dua rumah sakit, dan satu target untuk akuisisi. Hermina sendiri setiap tahunnya paling tidak membangun tiga hingga empat rumah sakit.

Terkait dengan capital expenditure (capex), Hermina menargetkan senilai Rp1 triliun dimasing-masing 2022 dan 2023. Sedangkan di 2018 hingga 2020, capex secara rerata hanya mencapai Rp750 miliar.

Sponsored
Berita Lainnya
×
tekid