sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Asuransi jiwa: Pembayaran klaim naik, pendapatan premi melambat

Industri asuransi jiwa membayarkan klaim sebesar Rp35,5 triliun atau naik 4,1% dibandingkan periode sama tahun lalu.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 24 Jun 2020 20:44 WIB
Asuransi jiwa: Pembayaran klaim naik, pendapatan premi melambat
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 132816
Dirawat 39290
Meninggal 5968
Sembuh 87558

Pembayaran klaim asuransi jiwa meningkat sepanjang kuartal I-2020 seiring terjadinya pandemi Covid-19. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat industri asuransi jiwa membayarkan klaim sebesar Rp35,5 triliun atau naik 4,1% dibandingkan periode sama tahun lalu.

"Kuartal I tahun lalu total klaim dan manfaat yang dibayarkan sebesar Rp34,1 triliun," kata Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon, di Jakarta, Rabu (24/6).

Data itu dikumpulkan 58 perusahaan asuransi jiwa dari 60 perusahaan yang bernaung dalam AAJI.

AAJI mencatat pada kuartal I-2020 terdapat peningkatan jumlah tertanggung sebesar 20,3% dari 53,17 juta orang menjadi 63,97 juta orang. Total uang pertanggungan (UP) juga naik 5,6% dari Rp3.859,45 triliun menjadi Rp4.073,79 triliun.

Menurut Budi, peningkatan itu disebabkan oleh gencarnya usaha asosiasi bekerja sama dengan industri asuransi jiwa dalam melakukan program literasi dan edukasi kepada masyarakat.

Kinerja melambat

Kendati demikian, Budi mengakui pagebluk ikut memukul industri asuransi jiwa. Penurunan terjadi pada pendapatan premi, klaim reasuransi, dan hasil investasi asuransi jiwa. Pandemi telah mendorong masyarakat semakin sadar dengan gaya hidup sehat. 

Total polis kumpulan juga mengalami penurunan. Merebaknya penyakit dari coronavirus jenis baru ini membuat perekonomian Indonesia melambat sehingga kepemilikan polis baru dari sektor korporasi berkurang.

Sponsored

Penyebaran virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan,China itu juga mengakibatkan hasil investasi industri asuransi jiwa kuartal I-2020 loyo. Pasar modal yang bergerak fluktuasi berimbas terhadap hasil investasi. Sekedar informasi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami kontraksi 27,8% sejak awal tahun hingga Maret 2020.

Sementara itu, pendapatan premi asuransi jiwa dominan ditopang oleh kanal distribusi bancassurance. Tercatat, rasio kontribusi bancassurance terhadap total premi pada kuartal I-2020 sebesar 44,4%, diikuti oleh kanal distribusi keagenan sebesar 38,4%

Berita Lainnya